By drg Ermada Parselina

Seiring dengan majunya teknologi, social media, dan perkembangan jaman, kehidupan sosial seseorang juga semakin meningkat. Kebutuhan tersier atau sekunder seseorang, seperti pakaian, tas, sepatu, dan barang-barang bermerk yang mahal dapat berubah menjadi kebutuhan primer yang harus segera terpenuhi. Demi menunjang penampilan, dan terlihat mewah diantara teman, atau rekan kerja, baik secara langsung maupun lewat social media.

Namun pemikiran tersebut apakah benar?

Apakah iya barang-barang  tersebut lebih penting dibandingkan kesehatan tubuh?

Bagaimana dengan kesehatan gigi dan mulut? Menjadi kebutuhan primer, sekunder, atau tersierkah bagi anda?

 

 

Kebanyakan orang sering kali tidak terlalu memperhatikan kesehatan gigi dan mulut, atau bahkan bisa dibilang sangat mengesampingkan. Karena untuk sebagian orang, mereka lebih mementingkan hal hal lain selain daripada kesehatan mulut. Padahal kesehatan tubuh juga sangat  dipengaruhi oleh kesehatan gigi dan mulut juga loh..

Jurnal dari American Society for Microbiology mengatakan bahwa mikroorganisme yang ada di dalam rongga mulut meyebabkan beberapa penyakit seperti, gigi berlubang (karies), penyakit jaringan penyangga gigi (periondontitis), infeksi saluran akar, dan radang pada tonsil. Bahkan ada beberapa bukti yang bisa dikaitkan antara bakteri rongga mulut dan sejumlah penyakit sistemik, termasuk penyakit jantung, stroke, penyebab bayi lahir prematur, diabetes, dan pneumonia.

Para dokter gigi di American Society for Microbiology telah melakukan penelitian bahwa salah satu bakteri yang terdapat pada karang gigi, dapat menyebabkan serangan jantung pada hewan cobanya. Sayang sekali apabila anda menghemat uang untuk pembersihan karang gigi, tapi malah berujung harus membayar operasi penyakit jantung yang sangat mahal. Coba dihitung biaya yang harus dilakukan untuk operasi jantung. Dibandingkan jika anda menyisihkan uang dan waktu untuk melakukan pembersihan karang gigi rutin.

Jadi tambah membengkak kan biaya yang harus dikeluarkan…

Atau contoh lain misalnya, gigi berlubang yang harusnya segera ditambal agar tidak sampai menimbulkan rasa sakit, tapi tidak segera ditambal. Terus…tidak dirawat hingga akhirnya terjadi bengkak. Setelah bengkak pun tidak langsung dibawa ke dokter gigi untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, malah dicoba untuk diobati sendiri.

Akhirnya bengkak tak kunjung sembuh, dan semakin parah. Bengkak yang tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, dapat berujung pada kondisi yang lebih parah yaitu disebut phlegmon. Phlegmon merupakan perluasan infeksi berat pada bagian bawah lidah dan dagu.

Berdasarkan lokasi perluasannya, dapat disimpulkan bahwa, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya susah bernafas karena tekanan pembengkakan yang menghambat jalan nafas, dan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, penderita phlegmon ini, harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Bagaimana dengan biaya rawat inap dan operasi di rumah sakit?

Semua berawal dari hal sederhana yang diabaikan, hingga berujung pada komplikasi yang membahayakan nyawa dan membutuhkan biaya yang cukup banyak.

Bagaimana dengan anda? Apakah yang menjadi prioritas dalam hidup anda?

Gaya hidup, kehidupan sosial, karir, kesehatan tubuh saja, atau sudahkan anda memperhatikan kesehataan gigi dan mulut juga?

Pernahkah anda memiliki pikiran, “Sepertinya gigiku ada yang terasa lubang, tapi biaya untuk menambal gigi mahal. Nanti-nanti dulu deh, nggak terasa sakit juga..”

“Bagian dalam gigiku terasa tidak enak, waktu sikat gigi juga sering berdarah, apa karena karang gigi ya? Tapi biaya untuk membersihkan karang gigi mahal juga. Nanti dulu deh.”

“Gigiku berantakan, sikat giginya susah bersih, kalau kurang bersih terus lubang gimana ya, atau karang giginya menumpuk, gimana ya? Mau pasang bracket tapi mahal sekali. Kapan-kapan deh.” Atau “ cari yang paling murah ah…” tanpa melihat sisi lain nya?

Sering orang beranggapan bahwa, pergi ke dokter gigi untuk merawatkan gigi adalah sesuatu yang mahal dan menjadikannya hal yang sekunder. Pemikiran tersebut sangat disayangkan, karena seharusnya kesehatan mulut menjadi salah satu prioritas, sebab bakteri banyak berkumpul di dalam mulut.

Yang lebih disayangkan lagi adalah, orang lebih sering menginvestasikan uangnya, untuk membeli barang-barang yang dapat menunjang penampilan dan status sosial mereka. Misalnya, untuk membeli tas, sepatu, baju yang harganya cukup mahal, bahkan lebih mahal dibandingkan perawatan gigi.

Mengapa mereka dapat dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang yang jauh lebih mahal dari perawatan gigi, tapi sangat memperhitungkan biaya  perawatan  gigi tersebut?

Sadarkah anda? Bahwa tas, sepatu, pakaian bisa saja rusak dan bisa diganti dengan yang baru, yang lebih mahal, lebih up to date dan lebih bagus daripada yang lama. Namun jika gigi anda yang rusak, apakah bisa diganti dengan yang baru, yang lebih bagus kualitasnya dari gigi asli? Tentu saja tidak.

 

Memang, dokter gigi akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan perawatan dan hasil yang terbaik, namun sesungguhnya secanggih atau semahal apapun perawatan gigi yang dilakukan, tidak akan bisa memberikan hasil yang sama bagusnya dengan gigi asli.

Jadi, jaga kesehatan gigi dan mulutmu dengan baik… Dengan cara kontrol ke dokter gigi dengan rutin, minimal 2 kali dalam setahun. Agar dapat mencegah dan menangani gigi-gigi yang bermasalah. Sehingga tidak sampai menjadi parah akhirnya malah berujung biaya yang di keluarkan jadi jauh lebih mahal lagi.

Leave a comment