Share to Others People

Bau mulut dalam istilah medis disebut dengan Halitosis. Bau mulut ( halitosis ) merupakan suatu keadaan dimana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas ( biasanya tercium saat berbicara ). Halitosis juga merupakan permasalahan yang sangat umum dan dapat terjadi pada siapapun.

Ada banyak sekali hal yang menjadi penyebab bau mulut / Halitosis. Masalah bau mulut memang adalah masalah yang simple tapi cukup mengganggu banyak orang. Hal ini jelas dikarenakan bau mulut cenderung mengganggu orang yang sedang diajak berbicara. Melalui informasi dibawah ini, kita semua akan mengetahui beberapa hal yang menyebabkan bau mulut / halitosis tersebut dapat terjadi.

PENYEBAB BAU MULUT 3.JPG

Bau mulut / halitosis terjadi karena adanya pemecahan partikel makanan, darah atau sel – sel di dalam rongga mulut oleh karena bakteri. Kebanyakan halitosis terjadi karena kebersihan gigi dan mulut yang jelek, namun selain itu bau mulut ( Halitosis ) dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor fisiologis dan faktor patologis :
1.Faktor Fisiologis terdiri dari :
a) Makanan
Bau mulut dapat terjadi karena pengaruh makanan. Makanan disini maksudnya adalah makanan yang berbau tajam. Beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan bau mulut ( Halitosis ), diantaranya adalah makanan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, bawang merah, kubis, brokoli serta makanan yang berbau khas seperti petai, jengkol, durian, dan lainnya yang dapat menimbulkan bau mulut yang tajam pula, bahkan meskipun telah menggosok gigi, bau mulut itupun masih tetap ada hingga berjam – jam.

b) Kurangnya Aliran Ludah
Selama Tidur, air liur sangat penting untuk menjaga kesegaran nafas. Pengeluaran air liur akan berkurang ketika tidur, hal ini menyebabkan mulut kering dan menimbulkan bau mulut.

c) Kebiasaan Merokok
Merokok dapat memperburuk status kebersihan gigi dan mulut sehingga bisa memicu terjadinya radang gusi ( gingivitis ) dan dapat berakibat terjadinya bau mulut (Soemantri, 2008).

d) Minuman Alkohol
Alkohol dapat mengurangi produksi air ludah sehingga dapat mengiritasi jaringan mulut yang akhirnya dapat semakin memperparah bau mulut.

e) Menstruasi
Wanita dalam masa haid ( menstruasi ) dapat mengalami bau mulut ( halitosis ) disebabkan karena sekresi air ludah dalam mulut berkurang
sebagai akibat kekacauan endokrin yang pada kenyataannya menguntungkan pertumbuhan kuman anaerob, sehingga halitosis sudah pasti akan terjadi.

2. Faktor Patologis terdiri dari :
a) Oral hygiene buruk
Kebersihan mulut yang tidak baik dapat menyebabkan terjadinya halitosis, misalnya karena sisa – sisa makanan yang menempel dan sulit
dibersihkan terutama pada gigi berbehel ( yang sedang melakukan perawatan Orthodonsi ).

b) Bakteri
Bakteri adalah penyebab utama Halitosis. Bakteri ini hidup dan berkembang biak di dalam rongga mulut dengan memakan sisa protein makanan yang melekat di celah gigi dan gusi.Bakteri dalam ludah bukan karena kuman tersebut ikut diproduksi bersama ludah dalam kelenjar ludah, tetapi oleh karena mulut selalu berhubungan dengan udara terbuka maka memudahkan masuknya berbagai kuman dari udara luar tersebut. Kuman di dalam mulut yang terbanyak adalah berada didalam plak. Kuman plak terdapat 100 kali lebih banyak dibanding yang ada dalam ludah.

c) Plak
Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan bakteri yang berkembang biak diatas suatu matrik yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi apabila seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya.

d) Karies ( Gigi Berubang )
Karies gigi adalah suatu penyakit yang merupakan interaksi dari 4 faktor yaitu:

? Host / penjamu, yaitu email gigi
? Agent / penyebab, yaitu plak gigi
? Enviorenment / lingkungan, yaitu diet atau karbohidrat yang cocok ( terutama gula )
? dan Time (waktu) yang dapat menghasilkan kerusakan pada jaringan keras gigi yang tidak bisa pulih kembali yaitu email, dentin dan sementum. Gigi yang terserang karies ( rusak atau berlubang ) dapat menjadi salah satu sumber bau mulut. Lubang pada gigi tersebut dapat menjadi penyimpanan makanan yang menjadi tempat dimana kuman memperoleh media untuk proses makanan serta menjadi tempat kuman memperoleh media untuk proses pembusukan dan berkembang biak. Bau dari gigi berlubang secara langsung dapat dirasakan sendiri oleh individu yang bersangkutan.

PENYEBAB BAU MULUT 2.JPG

Lima strategi umum yang merupakan kunci dalam mencegah terjadinya karies gigi :
? Menjaga kebersihan mulut :
Kebersihan mulut yang baik antara lain, yaitu menggosok gigi setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam serta membersihkan plak yang
berada di sela – sela gigi dengan benang gigi ( dental flossing ) setiap hari.

? Makanan :

Semua karbohidrat dapat menyebabkan kerusakan gigi, tetapi yang paling jahat adalah gula. Gula sederhana termasuk gula meja ( sukrosa ), gula didalam madu ( levulosa dan dekstrosa ), buah – buahan ( fruktosa ) dan susu ( laktosa ) memiliki efek yang sama terhadap gigi.

? Pemberian / Pengulasan Fluor :

Fluor menyebabkan gigi terutama email tahan terhadap asam, sehingga dapat mencegah karies. Efektif mengkonsumsi fluor pada saat gigi sedang tumbuh dan mengeras yaitu sampai usia 11 tahun.

? Penambalan :

Penambalan dapat digunakan untuk melindungi lekukan pada gigi belakang yang sulit dijangkau, dan dapat menutup lubang tempat kuman dan bakteri sehingga tidak dapat berkembang biak lagi.

? Terapi antibakteri :

Orang – orang yang cenderung menderita karies gigi perlu diberikan terapi antibakteri. Daerah yang rusak dibuang dan semua lubang di tambal serta lekukan ditambal maka diberikan obat kumur yang kuat ( chlorhexidine ) selama beberapa minggu untuk membunuh bakteri didalam plak yang tersisa.

e) Gingivitis / Radang Gusi :

Gingivitis adalah awal penyakit gusi akibat kuman yang berada di dalam plak yang ditandai dengan gusi merah, bengkak dan mudah berdarah. Gingivitis adalah peradangan pada gingiva / gusi yang menunjukkan adanya tanda – tanda penyakit / kelainan pada gingiva. Gingivitis disebabkan oleh plak dan dipercepat dengan adanya faktor – faktor iritasi lokal dan sistemik.

f) Tonsil / Amandel
Ada 2 tipe bau asal tonsil, yaitu :

? Infeksi tonsil, bau busuk dapat dihilangkan dengan antibiotika dan kumur kerongkongan dengan air garam

? Endapan di dalam celah ( cekungan kecil ) pada permukaan tonsil, serupa pengapuran, baunya tajam dapat dihilangkan dengan kumur kerongkongan dengan air sirih disusul dengan air garam, dengan harapan dapat menyebabkan pengerutan mukosa tonsil dan mendesak endapan itu keluar, yang akan dibasuh air garam. Jika tak berhasil terpaksa harus dilakukan evakuasi ( endapan dicungkil keluar dengan sonde / alat diagnosa ). Sering bau dari endapan tonsil ini menjengkelkan karena berkali – kali timbul, sulit dihilangkan dengan tuntas, dan baunya yang tajam dan khas itu bisa sampai menimbulkan rasa tidak percaya diri. Dalam kondisi begini perlu pertimbangan pengambilan tonsil, terutama jika ada pembengkakan.

g) Esofagus ( Kerongkongan ) dan Lambung ( Maag )
Seharusnya antara esophagus dan maag ada klep yang mencegah asam lambung naik, tapi beberapa kasus ada kebocoran misalnya pada kasus hernia, atau fungsi klep terganggu misalnya pada kasus stres yang berkepanjangan atau adanya kelainan esophagus misalnya adanya kantong yang menahan sebagian makanan sebelum masuk lambung. Bau nafas menjadi nyata pada orang yang berpuasa atau beberapa jam tidak makan / minum karena asam lambung yang tidak teralirkan ke dalam usus. Pada kasus begini bau hilang ketika makan dan minum walau dalam porsi kecil saja. Bau petai dan bawang disebabkan karena sebagian hasil metabolismenya disekresi lewat air ludah sehingga hanya bisa hilang dengan makan mentimun, yang sama – sama disekresi air ludah sehingga bisa membantu menetralkan. Hanya saja mentimun harus segera dimakan ( bersamaan ) dengan petai dan bawangnya.Kedelai dan produk kedelai ( tahu, tempe ) hasil metabolismenya juga bisa menimbulkan bau jika orang tidak mempunyai enzim pemecah kedelai, seperti halnya susu dan keju pada mereka yang tidak cukup enzim pemecah susu.

h) Bau Karena Penyakit Umum
? Gangguan hati
? Infeksi jalan nafas / paru, terutama pada kasus bronki- ektasis
? Gangguan ginjal
? Diabetes
? Kanker
? Gangguan penyakit lain berbagai jenis penyakit.

Penyakit – penyakit yang dapat menyebabkan bau mulut antara lain:

? Gingivitis ulseratif nekrotisasi akut, 

? Mukositis ulseratif nekrotisasi akut,
? Penyumbatan usus,
? Infeksi tenggorokan,
? Sinusitis.


Share to Others People

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa