Share to Others People

Hubungan Bernafas Melalui Mulut Dengan Kesehatan Usus

Ada sumbu yang menghubungkan mulut kita dengan usus kita, dan jika ada sesuatu yang salah dengan mulut, maka akan mempengaruhi usus. Sebab mulut kita sebenarnya berkomunikasi dengan usus kita. Misalnya, ketika kita mulai makan jenis makanan tertentu, enzim dalam mulut mulai memecahnya, dan usus terpicu untuk bersiap-siap melakukan pencernaan.  

Bernafas melalui mulut juga bisa menyebabkan sistem tubuh kita jadi lebih asam, yang dapat memengaruhi pencernaan serta penyerapan nutrisi dalam usus kita.

Selain itu, karena bernafas dengan cara ini tidak sesuai dengan kondisi alami kita, bakteri bisa berubah di mulut. Ingat, salah satu efek buruk bernafas melalui mulut adalah kurangnya oksida nitrat yakni zat yang membantu mencegah bakteri yang tidak diinginkan.

Kekurangan zat ini dapat menyebabkan bakteri berkembang, lalu menciptakan lingkungan yang matang untuk infeksi kronis yang mempengaruhi mulut, gigi, sinus, dan tenggorokan.

Mulut adalah bagian pertama dalam sistem saluran pencernaan, yang juga termasuk kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar yang kemudian sampai ke anus. Pikirkan sistem ini sebagai sebuah tabung, jadi apa yang masuk dari atas tabung pada akhirnya akan sampai ke bawah. Setelah rongga mulut kita dimasuki bakteri, ia akan masuk dan keluar melalui sistem pencernaan kita.

Pada akhirnya, bernafas lewat mulut akan menyebabkan anak memiliki masalah kesehatan usus yang buruk seumur hidup mereka.

Apakah Bernafas Melalui Mulut Bisa Mengubah Wajah?

Mungkin. Namun yang pasti, anak-anak dengan rahang sempit dan langit-langit cacat lebih cenderung bernapas dengan mulut.

Satu studi menemukan bahwa anak-anak yang bernapas melalui mulut memiliki tampilan wajah yang lebih cembung, serta kelainan dengan pertumbuhan dentofacial. Dengan kata lain, bernafas melalui mulut pada anak-anak berkorelasi dengan garis dagu yang mengecil serta kearah bentuk gigi dan rahang.

Mengapa itu bisa terjadi?  Untuk jawaban yang komprehensif, kita bisa mengambil apa yang disampaikan oleh Dr. Weston A. Price, seorang dokter gigi yang lebih dari 80 tahun yang lalu, berkeliling dunia untuk mencari tahu mengapa budaya asli memiliki gigi yang begitu bagus, lurus, serta begitu banyak penyakit, dan orang barat yang mempunyai gigi yang berdesakan, bergigi bengkok serta banyak kemunduran fisik.

Kebenaran itu ditemukan dalam diet tradisional masyarakat adat, yang makan berbagai makanan sesuai dengan wilayah mereka. Makanan mereka tidak termasuk tepung olahan, dan gula yang kini menjadi pasokan makanan Amerika

Langit-Langit Mulut dan Rahang yang Lebar dan Banyak Ruang Sehingga Gigi Tumbuh dengan Baik

Karena pola makan ibu yang baik selama kehamilan, anak-anak pribumi dilahirkan dengan dengan langit-langit mulut dan rahang yang lebar. Juga dengan banyak ruang bagi gigi untuk tumbuh dengan baik (orang-orang ini tidak mencabut gigi bungsu seperti yang biasa dilakukan di Amerika).

Sebaliknya, setelah ledakan industri produk makanan di AS dan negara-negara industri lainnya, Dr. Price mencatat terlihat adanya rahang dan langit-langit yang lebih sempit. Dan, lebih banyak penyakit pada anak-anak yang lahir dari ibu yang mengonsumsi makanan olahan.

Dr. Price juga mencatat bahwa dalam budaya tradisional di mana makanan industri mulai menggantikan makanan tradisional, dalam beberapa generasi, bentuk wajah orang-orang akan berubah, dan populasi mulai mengalami lebih banyak penyakit.

Efek Bernafas Melalui Mulut Pada Perilaku

Flora Usus, Bakteri Baik Untuk Kekebalan Tubuh Anak

Kita sama-sama tahu kalau perilaku berhubungan dengan kesehatan usus. Jadi kalau salah satu efek bernafas melalui mulut adalah flora usus menjadi tidak normal, maka sangat mungkin kita akan melihat perilaku yang tidak diinginkan dari anak-anak (ataupun orang dewasa) yang bernapas melalui mulut.

Bisakah Bernafas Melalui Mulut Menyebabkan ADHD?

Mari kita kembali ke zat oksida nitrat. Ingat bahwa bernafas yang normal melalui hidung menghasilkan oksida nitrat, yang pada gilirannya membuat oksigen darah. Anak-anak yang kekurangan oksida nitrat karena bernafas melalui mulut mungkin berisiko terkena ADHD. Kita juga bisa melihat bahwa anak-anak dengan ADHD cenderung memiliki gigi bengkok.

Sebagai sebuah cerita, ketika saya dan anak saya datang ke ahli saraf di tahun 2017, dokter itu mengatakan kalau ADHD adalah gangguan tidur.

Lebih lanjut ia katakan kalau anak-anak dengan ADHD tidak mendapatkan tidur yang cukup, ritmis, sehingga gejala-gejala ADHD adalah cara otak mereka untuk mengatasi dari satu hal ke hal lain untuk membuat mereka terstimulasi dan terjaga.

Nah bisa kita hubungkan, bahwa kurang tidur yang dalam dan berirama adalah salah satu efek dari bernafas melalui mulut.

Satu studi menemukan bahwa adenotonsillectomy mungkin memiliki dampak positif pada masalah neurobehavioral anak-anak dengan gangguan pernapasan saat tidur. Mengapa? Karena amandel dan kelenjar gondok yang membesar dapat menghalangi saluran udara dan dapat menyebabkan anak-anak bernafas melalui mulut.

Studi lain juga menemukan bahwa menghilangkan amandel dan kelenjar gondok pada anak-anak dengan ADHD lebih efektif daripada mengobati dengan obat stimulan.

Bernafas Melalui Mulut, Bisakah Menyebabkan Kecemasan?

Bernafas melalui mulut juga dapat menyebabkan gangguan mental lainnya, seperti kecemasan. Alasanya hampir serupa dengan gangguan ADHD. Kita tahu bahwa kecemasan sangat erat kaitanya dengan kesehatan usus, dan juga kita tahu kalau bernafas dengan mulut buruk untuk kesehatan usus. Jadi ada hubungan sebab akibat.

Kecemasan juga terkait dengan kelelahan adrenal, suatu kondisi di mana kita melihat peningkatan kadar kortisol dan peningkatan gejala fight to flight (respon stress).

Bernafas melalui mulut merugikan bagi sistem saraf simpatik. Bisa mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah karena berhubungan dengan gejala kecemasan.

Pernafasan mulut dan PANDAS

Gejala PANDAS/PANS atau Pediatrics Autoimmune Neuropsychiatric Disorder Associated with Streptococcal Infection sangat bervariasi. Mulai dari hiperaktif, gelisah, OCD, depresi, dan perilaku tidak diinginkan lainnya.

Semua gejala tersebut erat kaitanya dengan bernafas melalui mulut. Itulah mengapa, mengobati penyebab anak-anak bernafas lewat mulut anak dapat membantu mengatasi gejala PANS dan PANDAS.


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa