Share to Others People

 

Tidak ada seorang pun yang menginginkan giginya tidak sehat. Pastinya semua orang ingin sekali kondisi giginya selalu dalam keadaan sehat. Mungkin secara tidak sadar atau bahkan tidak nampak adanya kerusakan pada bagian dalam gigi atau jaringan – jaringan yang ada di dalam rongga mulut. Bisa saja dalam beberapa tahun kita merasakan gigi kita terlihat sangat sehat dan tidak ada keluhan apapun. Namun tiba – tiba menjadi sangat sakit, ngilu, bahkan ada yang tiba – tiba mengalami bengkak.

Dalam kondisi tersebut, kita harus segera memeriksakan kondisi gigi kita dan jangan pernah meremehkan sakit gigi atau bengkak pada gusi. Setelah pemeriksaan dilakukan oleh dokter gigi, apabila rasa sakit tersebut sampai pada jaringan syaraf yang terdapat pada gigi maka dokter gigi akan menyarankan untuk dilakukannya perawatan saluran akar gigi. Tujuan dari dilakukannya perawatan syaraf gigi adalah untuk meringankan rasa sakit yang dialami pasien pada gigi yang dikeluhkan dan dihilangkan rasa sakit tersebut sedikit demi sedikit. Namun perawatan saluran akar gigi tidak dapat dilakukan hanya dalam satu hari, karena untuk menghilangkan rasa sakit tersebut dokter gigi akan merawat gigi pasien tersebut secara rutin dan membutuhkan beberapa kali kunjungan antara tiga kali sampai empat kali kunjungan untuk tiap perawatan saluran akar gigi.

Perawatan saluran akar gigi membutuhkan waktu beberapa kali kunjungan dikarenakan harus dipastikan bahwa saluran akar gigi telah bersih dari kotoran – kotoran atau sudah benar – benar steril.

 

Bahan yang digunakan untuk perawatan saluran akar gigi, selain dari gutta percha untuk membersihkan saluran dari akar gigi tersebut, juga terdapat semen yang digunakan untuk menutupi gutta percha tersebut atau menutup lubang dari gigi yang dalamnya telah dirawat. Diberikan semen agar bagian dalam dari saluran akar gigi tersebut tetap steril hingga masa dari perawatan tersebut telah berakhir. Selama masa perawatan saluran akar gigi, tambalan sementara di atas gutta percha tersebut tidak boleh lepas. Karena jika tambalan sementara tersebut lepas, maka dikhawatirkan bagian dari saluran akar gigi sudah tidak steril lagi dan harus segera kembali ke dokter gigi untuk diberikan mengulangi perawatan gigi tersebut dari awal.

Oleh karena itu, pasien yang sedang menjalani perawatan saluran akar gigi, tidak diperbolehkan mengunyah atau menggunakan gigi yang masih dirawat saluran akarnya saat makan. Dan benar – benar harus dijaga tambalan sementaranya tidak terlepas. Tambalan sementara pada perawatan saluran akar gigi dapat juga disebut semen. Bahan tambalan lain pada perawatan gigi lainnya juga dapat disebut sebagai semen.

 

Syarat Umum Semen Kedokteran Gigi :

  1. Memiliki sifat non toksik atau tidak beracun, non allergic atau tidak menyebabkan alergi, dan tidak menyebabkan iritasi terhadap jaringan di dalam gigi maupun jaringan lunak lainnya yang ada di dalam rongga mulut
  2. Tidak mudah larut dalam air ludah dan cairan lain yang dimasukkan ke dalam rongga mulut
  3. Dapat memberikan perlindungan pada jaringan jaringan di dalam gigi terhadap pengaruh bahan restorasi lainnya
  4. Sifat-sifat optis bahan semen haruslah menyerupai sifat optis jaringan gigi. Baik dari warnanya, maupun derajat translusensi atau kebeningannya
  5. Bersifat merekat terhadap enamel dan dentin, tetapi tidak terhadap instrument atau alat-alat kedokteran gigi yang digunakan oleh dokter gigi saat melakukan perawatan
  6. Semen haruslah bersifat bakteriostatik (dapat membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri) bila dimasukkan ke dalam kavitas yang masih mengandung sisa-sisa karies

 

Fungsi Semen :

  • Bahan semen gigi yang digunakan sebagai bahan tambal mempunyai kekuatan yang rendah dibandingkan dengan bahan komposit dan amalgam, tetapi dapat digunakan untuk daerah yang mendapat sedikit tekanan. Terlepas dari kekuatannya yang rendah, semen ini memiliki sifat khusus yang diinginkan sehingga digunakan pada hampir 60% restorasi. Semen digunakan untuk restorasi sementara atau jangka pendek (beberapa hari sampai beberapa minggu), jangka menengah (beberapa minggu sampaibeberapa bulan), dan tambalan menetap atau jangka panjang (beberapa tahun), serta untuk gigi palsu yang menunjang penampilan pada gigi depan
  • Luting Agent (Bahan Perekat) :

Pada awal abad 20, material kedokteran gigi yang digunakan sebagai retensi dan marginal seal pada protesa-protesa seperti inlays, onlays, crowns dan bridges hanyalah semen Zinc Oxide Eugenol dan semen Zinc Phosphate.

Pada abad ke-20, material yang dapat digunakan dalam menempelkan gigi palsu pada gigi hanya semen, oleh karena itu Zinc Oxide Eugenols memperbaiki gigi palsu dengan menempelkan gigi palsu pada gigi yang disebut sementasi. Menjelang akhir abad ke 20, mulai bermunculan variasi – variasi bahan kedokteran gigi yang bersifat adhesif. Pada akhir abad ke 20 juga mulai bermunculan variasi – variasi semen kedokteran gigi seperti Zinc Polycarboxylate, Glass Ionomer, dan Resin Modified Glass Ionomer Cements. Dalam perkembangannya, semen kedokteran gigi tidak hanya digunakan dalam menempelkan protesa dengan gigi, oleh karena itu proses menempelkan protesa pada gigi disebut sebagai perekat bukan lagi sebagai semen.

 

Berbagai perawatan gigi memerlukan perekatan restorasi secara tidak langsung dan berbagai peralatan perawatan gigi dengan bantuan semen. Termasuk diantaranya adalah restorasi logam, resin, logam-resin, logam-keramik, dan keramik; restorasi sementara atau provisional; vinir laminasi pada gigi anterior; peralatan ortodontik, pasak, dan post yang digunakan sebagai retensi dari restorasi. Sehingga semen sebagai bahan perekat berfungsi untuk melekatkan restorasi, dimana diharapkan perlekatan tersebut kuat dan bertahan untuk waktu yang lama.

 

            Terdapat beberapa tujuan utama dipakainya semen gigi, yaitu:

  1. Sebagai bahan restorasi tunggal maupun gabungan dengan bahan lain
  2. Sebagai perekat tambalan di dalam mulut
  3. Sebagai bahan perekat untuk inlay, crown, band ortodontik, dan lain-lain
  4. Sebagai bahan pengisi saluran akar
  5. Sebagai bahan tambalan temporer dan permanen untuk restorasi pada gigi

 


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa