Share to Others People

Ketika gigi tanggal, tentu meninggalkan ruang kosong. Setelah itu, kegiatan mengunyah makanan akan terasa berbeda dari biasanya. Sebab, jumlah gigi tidak lengkap lagi. Selain untuk mengunyah, gigi juga memiliki fungsi estetika atau keindahan. Gigi yang lengkap juga menambah nilai keindahan pada wajah. Oleh karena itu, jika ada gigi yang tanggal, sebaiknya digantikan.

Bagaimana menggantikannya? Tentu saja bukan dengan gigi asli, karena gigi asli tidak akan tumbuh kembali. Ada dua jenis gigi palsu untuk menggantikan gigi asli, yaitu dengan implan gigi dan dental bridge. Apa bedanya?

Implan Gigi

Implan gigi adalah pemasangan gigi palsu secara permanen. Pemasangan gigi palsu ini dari akarnya, dengan cara ditanam ke rahang. Proses pemasangan dari penanaman akar gigi hingga memasang mahkota gigi, sekitar enam hingga delapan bulan. Dalam beberapa bulan kemudian, gusi akan berkembang secara alami, lalu implan gigi akan menyatu dengan tulang rahang.

Kelebihan menggunakan implan gigi untuk menggantikan gigi yang tanggal adalah:

  • Gigi lebih tahan lama,
  • Rasanya cukup nyaman,
  • Stabil dan jarang bergeser,
  • Implan gigi bisa menahan gigi pengganti karena berperan sebagai akar gigi yang hilang, Tidak memberi dampak buruk pada gigi yang ada di sebelahnya.

Apakah pemasangan implan gigi ini berisiko? Segala sesuatu sudah pasti ada risikonya. Ada yang besar, ada yang kecil. Risiko yang mungkin terjadi jika Anda menggunakan implan gigi adalah ada kemungkinan terjadi infeksi pada lokasi yang dipasangi implan. Jika terkena saraf pada rahang, akan terjadi rasa kesemutan di daerah dalam mulut seperti gusi dan gigi, serta di luar mulut seperti bibir dan dagu. Pemasangan implan di rahang atas bisa memengaruhi atau mungkin mengganggu rongga sinus.

Dental Bridge

Sama seperti implan gigi, dental bridge juga digunakan untuk mengisi ruang yang seharusnya ditempati oleh gigi. Dental bridge tidak hanya digunakan pada gigi yang hilang, tetapi juga di antara gigi yang renggang.

Seperti namanya, dental bridge berfungsi sebagai “jembatan” atau perantara pada gigi yang kosong atau renggang, menggunakan gigi palsu yang disebut pontic. Dental bridge berupa dua buah mahkota gigi yang dipasang pada kawat besi yang ditanam di gusi. Mahkota gigi ini dipasang di tempat yang kosong, di antara dua gigi, dengan ditopang oleh kedua gigi tersebut.

Ada beberapa jenis dental bridge, yaitu:

  • Tradisional – paling umum digunakan. Terbuat dari keramik atau porselen dengan campuran logam. Dental bridge dipasang di antara dua gigi, lalu pontic dipasang sebagai mahkota.
  • Kantilever – digunakan untuk menggantikan satu gigi yang hilang. Biasanya pada gigi bagian belakang.
  • Maryland – jenis ini menggunakan perekat damar (resin). Jembatan yang dipakai, menggunakan kerangka dari logam atau porselen.

Beberapa kelebihan dari dental bridge, yaitu:

  • Biaya lebih murah dibandingkan implan gigi,
  • Tidak memerlukan pembedahan,
  • Rasa sakit lebih sedikit,
  • Proses pemasangannya cepat, bisa selesai hanya dalam dua atau tiga kali kunjungan,
  • Bisa digunakan lima hingga 15 tahun, terlebih jika rajin merawatnya.

Selain kelebihan-kelebihan di atas, ada juga efek samping dalam menggunakan dental bridge, yaitu timbulnya rasa nyeri, terasa kurang nyaman, timbul infeksi, mudah lepas, dan ada kemungkinan tertelan. Setelah melihat kelebihan dan kekurangan dari implan gigi dan dental bridge, manakah yang Anda pilih? Apapun pilihan Anda, jangan sembarangan melakukan implan gigi. Lakukan hanya pada dokter gigi profesional yang berlisensi, untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.

Referensi:
1. https://www.docdoc.com/id/info/procedure/dental-bridge/
2. https://www.yourdentistryguide.com/implants-vs-bridges/
3. https://www.absolutedental.com/blog/dental-implants-vs-dental-bridges/

Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa