Share to Others People

Oleh drg. Ermada Parselina

Pada saat pasien ke dokter gigi dan menambalkan giginya, pasien sering bertanya tanya,

“Kok malah dibesarkan lubangnya dok?”

“Kok gigi saya di bur banyak sekali dok, apa tidak apa-apa? Lubangnya kan kecil saja”

“Saya ke dokter gigi A, lubang saya yang sebenarnya kecil di bur menjadi besar sekali”

Apakah memang sengaja seorang dokter gigi membesarkan lubang gigi yang kecil hanya supaya kelihatan menjadi besar dan membebankan biaya tambal “besar”?

Sebenarnya banyak sekali lubang gigi yang tampaknya kecil, atau hanya terlihat seperti garis, tidak sekecil yang terlihat oleh mata. Apakah anda pernah memperhatikan garis-garis hitam yang terdapat pada mahkota gigi anda? Apa sih sebenarnya garis garis hitam tersebut?

Pada dasarnya bentuk anatomi gigi kita memang memiliki celah pada bagian mahkota, terutama pada gigi geraham atau dalam istilah kedokteran disebut pit and fissure. Celah tersebut memiliki kedalaman yang berbeda di tiap gigi manusia, bahkan ada yang sangat dalam hingga satu helai sikat gigipun tidak sampai menjangkau dasar celah gigi. Itulah yang menyebabkan sisa makanan masuk dan terjebak di dalam gigi. Sisa makanan yang terjebak tersebut akan merusak gigi dan menyebabkan gigi berlubang atau dalam istilah kedokteran disebut caries.

 

 

Jadi garis hitam tersebut adalah awal dari gigi berlubang, yang apabila tidak segera ditangani, akan terus meluas dan membesar di dalam gigi.

Perawatan yang seringkali  dilakukan adalah penambalan gigi. Penambalan dilakukan pertama tama dengan  menghilangkan jaringan gigi yang terinfeksi. Untuk lubang yang terlihat kecil di luar tetapi besar di dalam, apabila dilakukan pembersihan, lubang tersebut terus masuk dan memiliki dasar yang dalam. Sedangkan pembersihan jaringan yang terinfeksi, harus dilakukan semaksimal mungkin (menghilangkan semua jaringan yang terinfeksi yang tampak maupun yang tidak tampak), apabila pembersihan tidak dilakukan dengan maksimal, atau masih meninggalkan jaringan yang hitam dan aktif, maka lubang tersebut akan terus menggerogogoti gigi kita meskipun sudah dilakukan penambalan.

Berikut beberapa contoh kasus lubang gigi yang terlihat kecil namun memiliki dasar yang dalam :

Kasus 1

Gambar A : pada permukaan gigi hanya terlihat lubang kecil

Tapi benarkah lubang pada gigi tersebut hanya sekecil kelihatannya?

Gambar B : pada foto rontgen (gigi yang sama) tampak perubahan warna menjadi lebih hitam yang jelas terlihat di bagian dalam dari gigi tersebut. Menandakan bahwa terdapat rongga pada daerah tersebut, rongga itu menunjukkan seberapa dalam lubang gigi yang terjadi, dan tidak sekecil kelihatannya.

Pertanyaannya, “Bagaimana jika preparasi / bur pembersihan lubang gigi hanya di lakukan pada area yang “terlihat” saja?”

“Bagaimana dengan lubang yang sedang membesar di bagian dalam?”

“Apakah di biarkan saja demi supaya kelihatannya “tidak di besarkan???”

Gambar C : Pada saat dilakukan pembersihan total  jaringan yang terinfeksi, didapatkan lubang sudah mencapai bagian samping gigi, yang kelihatannya “dibesarkan” dari yang terlihat kecil tadi. Hingga dapat di masuki dengan alat kedokteran gigi dan di lakukan penambalan

Gambar D : Setelah seluruh jaringan yang terinfeksi dibersihkan dan kelihatan “besar sekali” tetapi kondisi gigi sudah bersih dan  siap untuk ditambal.

Kasus 2 :

Pasien datang dengan keluhan giginya ngilu saat minum air dingin, namun pasien tidak megetahui darimana sumber  sakitnya, atau dimana gigi yang berlubang.

Gambar A : Tidak tampak lubang sama sekali pada permukaan gigi geraham.

Setelah melakukan konsultasi dengan dokter gigi, dokter menyarankan untuk melakukan foto rontgen

 

 

Gambar B : Setelah dilakukan foto rontgen, ditemukan lubang yang cukup dalam pada leher gigi geraham.

Apa yang harus dilakukan untuk kasus ini? Kalau harus menambal lubang yang tidak terlihat, terpaksa harus “membesarkan gigi yang tidak terlihat lubang? Di sisi lain kita juga menyayangkan melubangi gigi yang “tampak” sehat, tapi apabila tidak dilakukan lubang akan terus berjalan, merusak makin parah, dan menyebabkan sakit yang lebih.

 

Kasus 3:

Pasien datang hanya untuk kontrol tanpa ada keluhan gigi ngilu, sakit, atau terasa lubang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter gigi, ditemukan lubang kecil pada salah satu gigi pasien.

 

Gambar A: Tampak bayangan hitam keabuan tanpa terlihat adanya lubang di permukaan gigi

 

Gambar B: Setelah di bur dan dilakukan pembersihan pada seluruh jaringan gigi yang terinfeksi

 

Gambar C: Kondisi gigi setelah di tambal

Dan beberapa kasus lainnya dengan foto rontgen sebagai pemeriksaan penunjang, yang menjelaskan bahwa lubang kecil tidak hanya sekedar lubang yang tampak kecil.

 

Jadi, tindakan pembersihan gigi lubang yang dilakukan dokter gigi, bukan hanya sekedar membesarkan lubang yang kecil tanpa ada tujuan yang jelas, ataupun hanya sekedar supaya mendapatkan imbalan dari “tambalan besar”

Tapi tujuan jelasnya adalah menghilangkan seluruh jaringan gigi yang terinfeksi baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat , sehingga lubang tersebut tidak terus menggerogoti gigi kita..

Bagaimana dengan contoh kaus di atas? Apakah anda masih merasa lubang anda yang “kecil” sengaja “dibesarkan” oleh dokter gigi?? Apakah anda mau di bersihkan sekedar bagian hitam yang terlihat saja? Ataukah semua bagian yang lubang, meskipun untuk itu lubang anda yang “kecil” harus “dibesarkan”? Piihan ada di tangan anda.

Oleh karena itu, untuk mengetahui lubang gigi tak kasat mata, jangan lupa kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa