Share to Others People

Gigi retak bisa disebabkan oleh beberapa hal yang terkadang tidak kamu sadari. Padahal gigi merupakan organ tubuh yang paling kuat, bahkan jika dibandingkan tulang, kekuatan gigi lebih unggul. Walaupun demikian, organ pengunyah ini tetap bisa mengalami kerusakan. Salah satunya retak.

Penyebabnya pun beragam dan harus segera diatasi agar tidak berdampak pada hal yang lebih serius.

Penyebab Gigi Retak

Gigi Retak

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu retaknya gigi. Bisa karena benturan, kebiasaan mengunyah yang salah, hingga posisi akar gigi yang miring. Untuk lengkap, berikut pembahasannya.

1. Kebiasaan Mengunyah

Gigi memiliki kadar kekuatannya tersendiri. Pastikan merawatnya dengan tidak sembarangan mengunyah makanan yang terlalu keras. Mengunyah makanan yang terlalu keras seperti kacang, permen, kue yang teksturnya sangat padat jika terlalu sering akan membuat lapisan pelindung gigi terkikis.

2. Gigi Retak Karena Sering Tertekan

Tahukah kamu bahwa kebiasaan menggeretak gigi ketika tidur juga bisa menjadi penyebab gigi retak? Lapisan email yang melapisi gigi bisa terkikis secara perlahan jika sering tertekan. Alhasil gigi pun menjadi gampang retak.

3. Efek Kecelakaan

Tidak hanya faktor dari luar, gigi retak juga bisa disebabkan karena kecelakaan. Kecelakaan yang dimaksud yaitu ketika bagian mulut dan gigi mengalami benturan benda keras.

4. Adanya Penyakit Gusi

Penyakit gusi bisa menyebabkan tulang keropos. Gigi yang juga mudah keropos ini bisa terkena dampak dari penyakit gusi ini. Tulang dan gigi yang mudah keropos pada akhirnya akan menyebabkan keretakan di permukaannya.

5. Kebiasaan Makan yang Buruk

Gigi retak juga bisa disebabkan karena kebiasaan makan yang buruk. Misalnya saja makan makanan yang terlalu panas, kemudian langsung minum minuman yang dingin. Hal ini akan menyeabkan lapisan email gigi yang melindungi kekuatan organ tubuh tersebut akan mudah rusak, dan akhirnya retak.

6. Gigi Retak dan Berlubang

Gigi berlubang tidak bisa dianggap remeh. Bahkan jika tidak ditangani segera bisa menjadi pemicu segala penyakit, termasuk keretakan gigi. Selain karena gigi berlubang, retaknya organ pengunyah ini juga dikarenakan adanya tambalan gigi yang salah.

Dampak Gigi Retak

Gigi yang retak bisa menjadi penyebab gigi sensitif. Retaknya gigi bisa sampai pada bagian pulpa yang berisikan saraf-saraf halus serta pembuluh darah. Jika pemilik gigi dengan kondisi demikian sedang mengunyah makanan, maka akan muncul tekanan dan pada akhirnya pulpa akan mengalami iritasi.

Iritasi inilah yang menjadi sebab gigi sensitif. Bahkan gigi sensitif bisa sangat ekstrem dimana tidak kuat lagi mengonsumsi makanan dengan suhu terlalu dingin, atau sebaliknya. Agar tidak sampai ke tahap yang lebih parah, sebaiknya segera diatasi.

Cara Mengatasi Gigi Retak

Gigi Retak

Untuk mengatasi gigi retak sebaiknya mengandalkan tindakan medis. Hal ini sangat berguna untuk berjaga-jaga kalau keretakan sudah sampai tahap saraf, sehingga tidak salah penanganan.

Dokter pertama-tama akan menilai kadar parahnya keretakan gigi, barulah memutuskan tindakan apa yang tepat. Kalau kebetulan kamu tinggal di daerah Jawa Timur khususnya Surabaya, kamu bisa datang ke Shiny Smile Dental Clinic. Di sana, kamu bisa mendapatkan berbagai layanan kesehatan dan restorasi gigi yang didukung dengan tenaga ahli.

Biasanya untuk kamu yang mengalami gigi retak, ada beberapa macam tindakan yang bisa dilakukan dokter, yaitu:  

1. Bonding

Bonding merupakan tindakan pengobatan gigi retak yang biasanya dilakukan jika kondisinya tidak terlalu parah. Pada tindakan ini, dokter akan menggunakan resin plastik. Resin plastik ini kemudian diisi ke celah keretakan. Prosedur ini akan mengembalikan tampilan gigi sehingga bisa digunakan seperti biasa.

2. Mahkota Gigi

Jika gigi retak sudah cukup besar, pemasangan mahkota gigi atau crown menjadi solusinya. Untuk bahan mahkota gigi ini ada beberapa macam. Diantaranya bahan porselen, logam, keramik, atau gigi tiruan.

Sayangnya, proses ini tidak bisa sehari jadi. Perlu memakan waktu hingga beberapa minggu sampai mahkota gigi bisa digunakan.

3. Penambalan Gigi Retak

Selain menggunakan dua cara di atas, dokter juga bisa melakukan tindakan penambalan. Penambalan bisa dilakukan jia kondisi gigi yang retak tidak begitu besar. Tambalan gigi ini juga bisa digunakan untuk gigi berlubang.

Bahan pembuat bahan penambal gigi adalah komposit dengan warna yang sama dengan gigi asli. Tambal gigi juga berfungsi memperbaiki organ tersebut, serta mengembalikan tampilan gigi menjadi normal kembali. Retak gigi di bagian depan juga bisa menggunakan metode tambal untuk pengobatannya.

4. Perawatan Saluran Akar

Keretakan gigi bisa menjalar sampai ke saluran akar. Seperti yang telah disinggung di atas, kondisi demikian merupakan pemicu gigi sensitif. Tindakan medis untuk mengatasinya dengan melakukan perawatan saluran akar.

Perawatan satu ini berguna untuk membuang pulpa yang rusak. Pulpa yang rusak ini akan dibuang sehingga tidak mengalami nyeri ketika terkena suhu makanan atau minuman yang ekstrim. Selain itu, perawatan saluran akar juga cocok untuk mencegah terjadinya infeksi dan berbagai komplikasi gigi retak lainnya.

5. Cabut Gigi

Jika keretakan gigi sudah sangat parah, jalan satu-satunya untuk mengatasinya adalah dengan cabut gigi. Cabut gigi atau ekstraksi akan dilakukan dokter jika saraf dan akar gigi sudah dalam kondisi sangat rusak. Selain itu, jika karena gigi retak struktur gigi juga mengalami kerusakan, ekstraksi juga harus dilakukan.

Cabut gigi juga harus dilakukan jika keretakan gigi sudah sampai akar sehingga terjadi retak vertikal. Retak satu ini terjadi pada bagian puncak sampai ujung gigi. Tindakan medis ini juga sangat ampuh untuk menghilangkan rasa sakit. Selain itu, pencabutan juga cocok agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah.

Walaupun keretakan gigi kebanyakan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang karena saking kecilnya, tetapi jika mengalami rasa linu dan nyeri secara berkelanjutan, segera periksakan diri ke dokter gigi. Semakin dini antisipasi, tindakan yang dilakukan dokter tidak akan sampai harus mencabut gigi kesayangan kamu.


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa