Share to Others People

Setelah sebelumnya kita membahas tentang gigi palsu dan bermacam-macam masalah yang dapat timbul pada gigi kita, sekarang kita akan bahas mengenai gigi mati. Ternyata gigi mati dapat dirawat tanpa perlu dicabut. Gigi mati dapat berfungsi seperti gigi asli yang masih sehat seperti sedia kala, tetapi tentu dengan kekuatan yang masih di bawah gigi asli yang masih sehat. Yang dimaksud dengan gigi mati adalah gigi asli yang telah rusak syarafnya/ mati syarafnya. Kerusakan pada syaraf gigi dapat terjadi karena beberapa hal, seperti infeksi yang disebabkan oleh lubang besar pada gigi dan di biarkan terus membesar sehingga mengenai syaraf gigi, atau trauma benturan yang keras sehingga bisa menyebabkan syaraf gigi putus, dan gigi menjadi mati

Sebelum membahas mengenai gigi mati lebih lanjut, mari kita mengenal dahulu anatomis gigi secara sederhana. Mahkota gigi terdiri dari lapisan keras yakni email dan dentin sebagai lapisan keduanya. Kedua lapisan keras gigi ini melindungi ruang pulpa gigi yang memanjang dari tengah mahkota gigi sampai ujung akar gigi. Ruang pulpa ini berisi pembuluh darah dan pembuluh syaraf yang menyuplai makanan dan memberikan rasa pada gigi.

anatomi gigi
Dengan matinya gigi, pembuluh darah dan pembuluh syaraf yang ada pada ruang pulpa gigi tidak bisa menyuplai makanan pada gigi tersebut. Sehingga gigi yang mati tersebut menjadi lebih rapuh. Ciri-ciri gigi mati adalah:

  1. Gigi berubah warna menjadi gelap, lebih gelap di bandingkan dengan gigi sebelah nya. bisa juga berwarna abu-abu atau kecoklatan. Hal ini terjadi pada kebanyakan gigi mati yang tidak terawat. Perubahan warna tersebut di karenakan sel – sel pembuluh darah yang mati. Perubahan warna menjadi lebih gelap tersebut tidak bisa hilang dengan sendirinya atau kembali seperti semula, harus di putihkan untuk bisa kembali seperti semula.
  2. Adanya rasa sakit, yang bervariasi. Bisa sakit sekali, seperti saat tersentuh lidah, atau tersentuh gigi lawannya atau saat mengunyah. Atau bisa juga timbul bengkak pada gigi tersebut.
  3. Adanya infeksi. Adanya bengkak, bau tidak enak [bau khas gigi mati], adanya “jerawat” pada gusi.


Perawatan gigi mati dapat disebut juga perawatan saluran akar gigi atau endodontic dalam bahasa kedokteran gigi. Perawatan saluran akar gigi yang telah terinfeksi membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar tiga atau empat kali pertemuan dengan dokter gigi. Perawatan tersebut harus dilakukan secara bertahap karena harus membuang jaringan syaraf gigi yang telah terinfeksi itu kemudian harus diberi obat untuk sterilisasi saluran akar dan akhirnya harus ditambal, agar lubang bekas perawatan tersebut tidak terkena sisa makanan yang dapat menyebabkan saluran akar gigi pasien terkena infeksi lagi.

Perawatan saluran akar dilakukan dengan cara mengangkat jaringan pulpa yang mengalami radang atau terinfeksi. Agar lebih jelas, berikut ini akan dijelaskan mengenai proses dari perawatan saluran akar gigi.

 

perawatangigimati1

Pada saat perawatan gigi mati, hal pertama yang harus dilakukan oleh dokter gigi terhadap gigi pasien adalah membuka gigi dengan bur yang biasa kita sebut dengan open bur, gigi di bur sampai terlihat letak saluran akar giginya semua.

perawatangigimati5

Setelah itu melakukan foto rontgen agar dokter gigi dapat mengetahui panjang saluran akar giginya dan juga dilihat apakah ada kista, granuloma ataukah ada kelainan pada akarnya, misalnya akarnya patah, ataukah bengkok.  Apabila sudah mati giginya, bisa di masukkan jarum ke dalam saluran akar gigi untuk di rontgen, sehingga bisa di pastikan panjang saluran akar gigi tersebut.

fotogigimati

Kemudian bagian saluran akar gigi yang mati akan dimasukkan jarum file untuk mengetahui letak saluran dari akar gigi, selain itu  untuk membersihkan jaringan pulpa yang terinfeksi tersebut dengan jarum jarum  file khusus perawatan gigi mati. Setelah dibersihkan dengan jarum -jarum tersebut, di dalam saluran akar tersebut di masukkan obat-obatan untuk sterilisasi dari saluran akar tersebut. Hal tersebut di lakukan 2-3 kali pergantian obat, sehingga saluran akar gigi yang terinfeksi tersebut di harapkan sudah steril, dan siap untuk di isi dengan bahan khusus pengisi saluran akar.

perawatangigimati2
Kemudian setelah saluran akar yang di rawat tersebut steril, ruang pulpa yang kosong tadi akan di isi / di buntu dengan bahan yang disebut gutta percha  [bahan khusus pengisi saluran akar] untuk mencegah perluasan infeksi pada saluran akar tersebut. Gutta percha dimasukkan bersama dengan filler, pasta khusus untuk mengisi saluran akar bersama dengan gutta percha tersebut.

perawatangigimati4

Setelah tidak dirasakan lagi adanya keluhan setelah perawatan gigi mati tersebut, dokter gigi akan melakukan proses tambal gigi untuk menutup lubang pada gigi tersebut agar tidak terinfeksi lagi karena sisa makanan yang masuk ke dalam lubang tersebut.

Ada beberapa keuntungan setelah dilakukannya perawatan saluran akar gigi mati yaitu gigi yang seharusnya dapat dicabut, sebisa mungkin dokter gigi akan mempertahankan gigi asli tersebut agar tetap dapat berfungsi seperti gigi asli sehat sedia kala. Ada salah satu keuntungan lagi setelah perawatan saluran akar yaitu gigi yang sebelumnya terasa ngilu untuk mengunyah sudah tidak terasa lagi ngilunya.

perawatangigimati3


Share to Others People

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa