Share to Others People

Pada pembahasan sebelumnya, mengenai retainer yang digunakan setelah masa proses pemakaian kawat gigi cekat atau braces telah berakhir, memang tidak semua orang dapat langsung memahami tentang pembahasan retainer. Namun paling tidak kita dapat mengetahui seluk-beluk dibalik pembuatan retainer atau kawat lepasan yang mudah dipasang dan dilepas sendiri oleh pasien tersebut.

Mungkin para pasien yang baru mengetahui bentuk dari retainer lepasan tersebut akan merasa aneh melihat dan menggunakannya dalam keseharian selama masa perawatan orthodontic.

Yang pertama kita lihat pada bagian-bagian retainer tersebut adalah pada umumnya berbentuk kawat-kawat yang diselubungi atau dilapisi oleh plat. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas mengenai komponen-komponen yang terdapat pada retainer ortho lepasan tersebut beserta fungsi-fungsinya. Baik fungsi dari plat itu sendiri maupun fungsi dari kawat-kawat tersebut yang memiliki beragam bentuk dan lekukan-lekukan khusus.

Meskipun tidak berkecimpung dalam dunia ilmu kedokteran gigi, namun masyarakat pada umumnya juga berhak tahu mengenai komponen-komponen retainer ortho lepasan beserta fungsi-fungsinya.

Retainer atau retensi berasal dari kata “retain” yang memiliki arti menahan atau mempertahankan dalam satu garis. Retainer juga memiliki arti yaitu mempertahankan gigi yang baru digerakkan pada posisinya dengan cukup lama untuk dapat menstabilisasi koreksinya dan menahan gigi geligi pada posisi yang sudah dicapai baik dari segi estetik maupun dari segi fungsional.

Alasan utama mengapa retensi dibutuhkan adalah :

  1. Gingiva dan jaringan periodontal dipengaruhi pergerakan gigi dan memerlukan waktu untuk reorganisasi setelah alat dilepaskan.
  2. Kemungkinan gigi pada posisi yang tidak stabil setelah perawatan, sehingga tekanan jaringan lunak dapat menimbulkan relaps.
  3. Perubahan yang dihasilkan oleh pertumbuhan dapat mengubah hasil perawatan ortodontic.

Retainer disebut juga dengan alat orthodontic lepasan karena dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien.

Adapun komponen-komponen di dalam retainer adalah :

  • Plat Dasar /Baseplate adalah rangka (frame work) dari alat ortodontik lepasan, umumnya berupa plat akrilik.

2

  • Berfungsi untuk:
  1. Mendukung komponen-komponen yang lain , seperti tempat penanaman basis spring, klammer, busur labial dan lain-lain.
  2. Meneruskan kekuatan yang dihasilkan oleh bagian aktif ke gigi penjangkar.
  3. Mencegah pergeseran gigi-gigi yang tidak akan digerakkan.
  4. Melindungi spring-spring di daerah palatal.
  5. Menahan dan meneruskan kekuatan gigitan

3

  • Komponen Retentif :
  1. Klamer /Clasp Bagian retensi dari Alat lepasan retainer umumnya berupa cangkolan/klamer/clasp dan kait / hook.

4

Berfungsi untuk :

  • Menjaga agar plat tetap melekat di dalam mulut.
  • Mempertahankan stabilitas alat pada saat mulut berfungsi.
  • Membantu fungsi gigi penjangkar/anchorage, menghasilkan kekuatan pertahanan yang berlawanan arah dengan kekuatan yang dihasilkan oleh bagian aktif untuk menggerakkan gigi.
  • Klamer dapat diberi tambahan hook untuk tempat cantolan elastik.
  1. Kait /Hook
  2. Busur Labial /Labial Arch / Labial Bow (dalam keadaan pasif)
  • Komponen Aktif :
  1. Pir-pir Pembantu /Auxilliary Springs Pir-pir pembantu (auxilliary springs) adalah pir-pir ortodontic yang digunakan untuk menggerakkan gigi-gigi yang akan dikoreksi baik secara individual atau beberapa gigi secara bersama-sama. Macam-macam spring :
  • Pir Jari /Finger spring fungsinya untuk menggerakkan gigi ke arah mesial atau distal

5

  • Pir Simpel /Simple spring fungsinya untuk menggerakkan gigi individual ke arah labial atau bukal.
  • Pir Lup /Loop spring / Buccal retractor spring fungsinya untuk meretraksi gigi kaninus atau premolar ke arah

6

  • Pir Kontinyu /Continous spring fungsinya untuk mendorong dua gigi atau lebih secara bersama ke arah labial/bukal, misalnya gigi incisivus, caninus, dan premolar.

7

  • Busur Labial /Labial Arch / Labial Bow merupakan kawat  melengkung yang menempul pada permukaan labial gigi. Fungsinya adalah untuk meretraksikan gigi depan kearah lingual/palatinal, mempertahankan lengkung gigi dari arah labial, dan mempertinggi retensi serta stabilitas alat.

8

9

  • Skrup Ekspansi /Expansion Screw fungsinya adalah untuk menggerakkan gigi, yaitu sekrup ekspansi atau coffin spring, atau pir-pir penolong (auxilliary spring)

10

11

  • Karet Elastik / Elastic Rubber

12

  • Komponen Pasif dari Retainer:
  1. Busur Lingual /Lingual Arch / Mainwire

DCF 1.0

14

  1. Peninggi Gigitan /Biteplane adalah alat ortodontik lepasan yang dilengkapi dengan peninggi gigitan (Biteplane), yaitu penebalan akrilik disebelah palatinal/lingual gigi anterior atau disebelah oklusal gigi-gigi posterior sehingga beberapa gigi di regio lainnya tidak berkontak saat beroklusi.

15

16

  • Indikasinya adalah :
  • Pada perawatan maloklusi yang disertai dengan overbite yang berlebihan (deep overbite atau excessive overbite).
  • Untuk perawatan sendi rahang/TMJ (Temporo Mandibular Joint) yang terasa sakit akibat gangguan dimensi vertikal karena adanya oklusi gigi yang salah.
  • Untuk merawat gigitan terbalik (cross bite) diregio anterior
  • Untuk menghilangkan kebiasaan jelek (bad habit) seperti kerot (night grinding /bruxism)

17

  • Kontra indikasinya adalah :
  • Jika overbite lebih kecil dari normal/gigitan dangkal (shalow bite).
  • Pada kasus gigitan tepi lawan tepi (edge to edge bite)
  • Pada kasus gigitan terbuka (open bite)

18

  • Komponen Penjangkar :
  1. Verkeilung
  2. Busur Labial dalam keadaan tidak aktif
  3. Klamer-klamer dan modifikasinya

Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa