Share to Others People

sinus cavernous thrombosis

 

Sinus cavernous adalah yang paling banyak berpotensi terlibat dalam penyebaran infeksi gigi. Sinus cavernous ini terletak  di sebelah badan tulang sphenoid. Pembuluh darah sinus tersambung dengan salah satu sisi yang berlawanan, dan juga dengan pterygoid plexus dan pembuluh darah superior ophthalmic, yang mana menyambung dengan pembuluh darah pada wajah. Saluran pembuluh darah utama ini menyuplai gigi melalui  pembuluh darah posterior superior dan inferior  alveolar dan bibir melalui pembuluh darah labial superior dan inferior. Tidak satu pun dari pembuluh darah utama yang tersambung dengan  sinus cavernous mempunyai katup untuk mencegah darah mengalir kembali ke dalam sinus cavernous. Oleh karena itu, infeksi gigi yang menyebar ke  pembuluh darah utama mungkin mulai memberi reaksi radang, sehingga terjadi  peningkatan bekuan darah, pembentukan thrombus, dan peningkatan tekanan cairan extravascular. Peningkatan tekanan dapat membalikkan  arah aliran pembuluh darah, memungkinkan membawa infeksi thrombus ke dalam pembuluh darah sinus tersebut, jadi menyebabkan cavernous sinus thrombosis.

Kontaminasi jarum suntik  juga dapat menyebarkan infeksi ke pterygoid plexus, jika dilakukan pembiusan pembuluh darah posterior superior alveolar dengan cara yang salah. Infeksi yang bukan berasal dari gigi, yang mana dokter memperkirakan dari  tiga sudut berbahaya pada wajah – daerah mata, daerah hidung, dan sinus pada hidung (paranasal sinus) – juga bisa menyebabkan thrombosis ini.

Tanda dan gejala dari cavernous sinus thrombosis diantaranya adalah demam, mengantuk, nadi yang berdenyut cepat. Ditambah lagi dengan kehilangan fungsi dari saraf abducent, yang mana saraf ini melewati pembuluh darah sinus cavernous, sehingga menyebabkan kelumpuhan saraf. Karena otot yang di layani oleh saraf abducent menggerakkan bola mata ke lateral, ketidakmampuan untuk melakukan gerakan ini  menandakan bahwa pembuluh darah ini mengalami kerusakan. Dan juga, pasien biasanya akan memiliki penglihatan ganda karena terbatasnya pergerakan salah satu mata. Juga akan ada pembengkakan (edema) dari kelopak mata dan konjungtivae,  sobekan, atau exophthalmos, tergantung dari aliran infeksi tersebut. Dengan adanya thrombosis sinus cavernous akan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan cranial yang lain, seperti oculomotor dan trochlear, maupun ophthalmic dan bagian trigeminal rahang atas serta perubahan di dalam jaringan yang di layani, karena semua saraf ini melewati dinding sinus cavernous. Akhirnya, infeksi ini dapat berakibat fatal yang bahkan dapat menyebabkan meningitis, dan harus segera masuk ke rumah sakit   dengan pengobatan antibiotik intravaneous dan anticoagulant.

 

Penyebaran di kelenjar getah bening :

 

infeksi kelenjar getah bening

 

kelenjar getah bening

 

Kelenjar getah bening di bagian kepala dan leher dapat menyebarkan  infeksi dari gigi dan jaringan rongga mulut sekitarnya. Hal ini terjadi karena bakteri pathogen dapat berjalan di dalam cairan getah bening melalui kelenjar getah bening yang tersambung dengan sekumpulan kelenjar-kelenjar dari rongga mulut ke jaringan yang lain atau organ tubuh lainnya. Jadi, bakteri pathogen ini dapat berpindah dari kelenjar utama yang dekat dengan daerah infeksi ke kelenjar kedua yang berjarak agak jauh.

Penyebaran infeksi gigi melewati berbagai jaringan bergantung pada gigi yang terlibat. Jaringan submental menyuplai gigi seri rahang bawah dan jaringan yang terkait. Jaringan submandibular adalah jaringan utama untuk semua gigi dan jaringan yang terhubung , kecuali gigi seri rahang bawah dan gigi geraham besar ketiga rahang atas. Saat infeksi masuk sistem pembuluh darah, infeksi tersebut dapat menyebar ke seluruh jaringan dan organ yang telah dibahas sebelumnya.


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa