Share to Others People

Bagi Anda yang memiliki gigi yang mati atau gigi non vital, mengetahui berbagai hal mengenai pemutihan gigi pada gigi yang mati tentu merupakan sesuatu yang wajib bagi Anda. Pasalnya, pemutihan gigi pada gigi yang sudah mati atau gigi non vital berbeda dengan pemutihan pada gigi yang masih hidup atau gigi vital. Gigi non vital sendiri adalah gigi yang sudah tidak memiliki saraf sehingga disebut dengan gigi yang mati sementara gigi vital adalah gigi yang masih mempunyai saraf. Jika Anda memiliki gigi non vital dan Anda ingin melakukan pemutihan terhadap gigi non vital Anda tersebut, berikut adalah cara pemutihan gigi non vital yang sudah barang tentu wajib untuk Anda ketahui.

Cara Memutihkan Gigi Yang Mati

Cara pemutihan gigi pada gigi yang mati berbeda dengan cara pemutihan gigi pada gigi yang masih hidup atau gigi vital. Pemutihan pada gigi yang masih hidup dilakukan dengan cara mengoleskan pemutih gigi pada bagian permukaan gigi sementara pemutihan gigi pada gigi yang sudah mati dikakukan dengan cara mengoleskan pemutih gigi pada gigi bagian dalam. Untuk melakukan pemutihan gigi pada gigi yang sudah mati, teknik yang digunakan disebut teknik intracoronal [di dalam mahkota gigi] atau walking bleach. Untuk melakukan cara pemutihan ini, langkah pertama yang dilakukan yaitu melakukan perawatan saluran akar gigi atau endodontik. Harus di lakukan perawatan saluran akar gigi sampai selesai. Setelah perawatan selesai dilakukan, pemutihan gigi menggunakan bahan bleaching kemudian dilakukan. Untuk melakukan pemutihan gigi, dokter gigi biasanya akan memasukkan bahan bleaching tersebut ke dalam mahkota gigi. Setelah itu, bahan tersebut akan ditutup menggunakan tambalan sementara. Tambalan sementara tersebut, tidak boleh sampai bocor atau lepas, karena bahan pemutih dapat keluar dan tertelan. Dan hal ini bisa berbahaya untuk pasien, karena bahan whitening yang di masukkan adalah bahan pemutih yang berkonsentrasi tinggi. Pasien harus kembali menemui sang dokter setelah 3 sampai 7 hari berlalu untuk di kontrol proses pemutihan gigi pada gigi yang sudah mati, apakah gigi tersebut sudah putih atau belum. Biasanya  3 -7 hari waktu yang cukup untuk membuat gigi non vital / mati menjadi putih. Dan maksimal waktu 7 hari untuk pasien kembali kontrol. Tidak boleh lebih. Meskipun seandainya belum putih, bahan tersebut harus di keluarkan dari dalam gigi. Dan gigi harus di cuci bersih dari sisa sisa bahan pemutih. Tetapi biasanya hanya dengan satu kali memasukkan bahan pemutih, gigi mati tersebut sudah putih, sehingga tidak di perlukan untuk datang berulang ulang. Setelah putih, bahan pemutih harus dikeluarkan dari gigi, dan gigi harus di cuci, terutama yang habis di masukkan bahan pemutih, sampai bersih. Setelah itu, baru dilakukan penambalan gigi seperti biasa.

memutihkan gigi yang mati

 

Bahan bleaching yang digunakan biasanya merupakan bahan superoksol, hidrogen perokside 35 persen, sodium perborat, dan carbamide perokside 5- 16 persen. Bisa bahan tersebut berdiri sendiri sendiri atau campuran dari beberapa bahan yang telah di sebutkan tersebut.  Selain dengan tehnik intracoronal, dengan memasukkan bahan pemutih ke dalam mahkota gigi, tentu ada cara lain juga untuk memutihkan gigi mati, yaitu dengan mengoleskan gel pemutih di permukaan gigi, baik yang dilakukan sendiri di rumah maupun yang di lakukan di  tempat praktek dokter gigi. Tetapi dari semua tehnik memutihkan gigi mati, cara memutihkan yang di sebut walking bleach  inilah yang paling efektif. 

Cara memutihkan gigi mati memang agak berbeda di bandingkan dengan cara memutihkan gigi hidup. Cara seperti ini dilakukan karena perubahan dari warna gigi tersebut disebabkan dari dalam gigi, sehingga cara memutihkan gigi mati seperti ini di anggap efektif.

 

 


Share to Others People

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa