Share to Others People

Siapa yang tidak ingin memiliki gigi yang rapi dan indah bila dipandang ? seperti halnya yang dilakukan oleh sebagian orang Indonesia, mengikir gigi adalah sebuah cara yang diambil untuk memperindah bentuk gigi. Padahal seharusnya sebelum orang melakukan pengikiran gigi, haruslah dipikirkan dahulu dampak buruk setelah pengikiran gigi tersebut.

Ada salah satu hal yang harus diperhatikan oleh orang yang akan melakukan pengikiran gigi. Gigi geligi memiliki beberapa lapisan, lapisan yang paling luar dan paling keras disebut dengan enamel atau email gigi. Meskipun enamel atau email gigi merupakan lapisan yang paling keras, namun jika lapisan enamel ini berkurang bahkan hilang, resiko besar yang akan dialami oleh orang yang melakukan pengikiran gigi adalah bagian dalam gigi di balik enamel gigi yaitu lapisan yang lebih lunak dari gigi akan mengalami keropos dan rusak jika terdapat kandungan asam dari makanan atau minuman yang menempel pada gigi.

Hal yang paling menakutkan adalah jika melakukan pengikiran gigi adalah jika pengikiran gigi sudah menipiskan bagian enamel gigi dan makin lama lapisan akan menjadi lebih tipis lagi, dan akan sangat berbahaya jika kuman-kuman pada sisa-sisa makanan yang menempel di gigi kemudian mulai memasuki bagian saraf yang terbuka karena lapisan gigi yang telah terkikis. Efek yang sangat berbahaya, bukan hanya untuk kesehatan gigi dan mulut namun juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Tidak bisa dihindari juga, gigi yang pada awalnya sehat menjadi lebih sensitif. Terkena makanan ataupun minuman yang panas atau dingin lebih cepat terasa ngilu. Lebih mengerikan lagi jika gigi menjadi lebih mudah keropos karena kandungan asam pada sisa makanan atau minuman yang menempel pada gigi, gigi menjadi lebih cepat berlubang dan lama kelamaan akan rapuh.

Pada umumnya, gigi geligi yang lebih sering dipangur atau dikikir adalah gigi geligi bagian depan pada rahang atas. Gigi geligi tersebut memliki fungsi estetika yang sangat mencolok apabila kita berbicara, tersenyum, maupun tertawa. Oleh karena itu, tidak jarang orang melakukan pangur gigi atau kikir gigi dengan tujuan agar pada saat berbicara, tersenyum, ataupun tertawa, gigi geligi bagian depan rahang atas memiliki terlihat indah dan rapi.

2

Gigi geligi tersebut lebih sering kita kenal dengan sebutan gigi seri dan gigi taring. Gigi geligi tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Adapun gigi seri atau gigi insisif berfungsi untuk membantu kita dalam memotong dan menggigit makanan sebelum kita kunyah. Dan juga gigi taring atau gigi caninus mempunyai fungsi untuk memotong atau mencabik makanan yang kita gigit sebelum kita mengunyah makanan tersebut.

Jauh lebih penting untuk memikirkan kesehatan gigi dan mulut, dan terlebih lagi kesehatan tubuh kita secara keseluruhan daripada harus memotong bagian gigi yang selama ini sehat-sehat saja. Karena efek yang sangat dikhawatirkan adalah jika kuman-kuman mulai memasuki jaringan saraf melalui pori-pori gigi yang terkikis, dapat menyebabkan tubuh terserang berbagai macam penyakit.

3

Pada intinya, kalau menginginkan gigi geligi menjadi lebih rapi alangka baiknya bukan dengan cara mengikir permukaan gigi tetapi dengan cara pemakaian kawat gigi untuk merapikan posisi gigi geligi biar lebih indah teratur jika dipandang. Dan yang perlu diingat adalah setiap gigi memiliki fungsinya tersendiri untuk membantu kita mengunyah makanan.

4

Memakai kawat gigi juga harus dengan dokter gigi yang sudah profesional atau yang sudah spesialis ortodonti, agar gigi geligi yang telah dikawat dapat rapi sesuai dengan keinginan kita.


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa