Share to Others People

Gusi merupakan struktur berwarna pink dan spongy yang memegang peranan dalam melindungi dan memegang gigi kita. Gusi tersebut terletak dekat sekali dengan gigi kita dan dapat mencegah masuknya atau menyebarnya infeksi yang ada di dalam gigi. Akar gigi dilindungi oleh gusi kita. Tetapi karena penyakit maupun usia, gusi kita menjadi lemah dan bisa menurun sehingga dapat mempengaruhi gigi kita. Masalah yang sering dihadapi pada penderita sakit gigi berawal dari gusi. Permasalahan gusi yang paling sering melanda adalah gusi berdarah atau gum bleeding.

gambar40
    
Gusi berdarah merupakan suatu jenis penyakit ringan, namun bila sering diabaikan dan dianggap sepele dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius lagi. Oleh karena itu, jika mempunyai gusi yang sering berdarah segera berobat sehingga tidak sampai menimbulkan komplikasi yang jauh lebih berbahaya lagi. Gusi berdarah merupakan suatu tanda – tanda adanya Gingivitis (radang gusi). Gingivitis biasanya ditandai dengan adanya gusi bengkak, warnanya merah menyala dan mudah berdarah baik saat menyikat gigi atau dalam keadaan rileks.

Gingivitis jika tidak diobati akan berubah menjadi Periodontitis (peradangan pada jaringan periodontal ).

gambar42
Tanda-tanda periodontitis antara lain :

a.    Pasien mengeluh gusinya mudah berdarah,

b.    Adanya bau mulut yang menyengat.

c.    Warna gusi agak lain yaitu merah mengkilat.

gambar43

d.    Terbentuknya pocket ( saku gusi dalam )

e.    Ada kerusakan tulang di sekitar gigi, gusi menurun perlahan.

gambar44

f.    Akhirnya pasien mengeluh giginya goyang, dan mudah lepas.

gambar45  gambar46

Beberapa Hal Yang Dapat Menyebabkan Gusi Berdarah, antara lain :

1. Kebersihan gigi dan mulut yang buruk sehingga terjadi penumpukan plak yang bila di biarkan terlalu lama akan timbul karang gigi / Kalkulus.

gambar47
 
2. Akibat dari cara menggosok gigi yang tidak benar sehingga dapat mengakibatkan gusi terluka dan gusi mengalami peradangan.

3. Efek samping dari obat – obatan tertentu yang diminum secara rutin,misalnya obat pengencer darah.

4. Pasien yang bernafas melalui mulut.

5. Nutrisi yang buruk.

6. Acid reflux (penyakit gastroesophageal reflux)

7. Sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan bersih, dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri, gusi menjadi meradang dan akhirnya mudah berdarah.

8. Penggunaan tusuk gigi untuk mencungkil sisa makanan yang menyelip di sela – sela gigi sehingga dapat mengakibatkan gusi menjadi sedikit demi sedikit terbuka.

9. Apabila terjadi perubahan hormonal pada penderita, contohnya saat sedang hamil, saat mau menstrual, saat menopause, minum pencegah kehamilan, dsb.

10. Pasien yang menjalani perawatan kemoterapi.

11. Penderita yang memiliki riwayat penyakit seperti :

  • Diabetes Mellitus.
  • Jantung.
  • Beberapa tipe kanker, contohnya leukimia.
  • Alergi.

Apa Peran dari Plak Sehingga Gusi Berdarah ?

Plak merupakan salah satu penyebab utama dari radang gusi. Plak sendiri merupakan sebuah lapisan tipis yang berasal dari mikroorganisme, sisa – sisa makanan dan bahan organik. Plak umumnya terbentuk pada gigi, gusi dan lidah. Plak yang tidak dibersihkan bisa mengeras dan membentuk karang gigi / kalkulus dengan pemukaan kasar dan tentunya membuatnya lebih mudah bertumpuk dengan plak lainnya. Plak yang tumbuh subur pada gusi inilah yang akan menyebabkan iritasi dan peradangan pada gusi. Peradangan dan iritasi bisa timbul akibat racun atau toksin pada plak yang sebenarnya merupakan sekumpulan bakteri pada rongga mulut.

Bagaimana Cara Mencegah Gusi Agar Tidak Mudah Berdarah ?

1. Dengan rajin menggosok gigi minimal 2 kali sehari dengan waktu yang tepat yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

Gusi berdarah bukan menjadi alasan untuk tidak menggosok gigi, karena dengan semakin jarang membersihkan gigi maka perdarahan pada gusi akan bertambah parah. Dan disarankan untuk menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus.

2. Rajin membersihkan sisa – sisa makanan yang berada di sela – sela gigi menggunakan dental flosh ( benang gigi ) bukan menggunakan tusuk gigi.

Dengan menggunakan dental flosh ( benang gigi ) dapat berguna untuk menghilangkan plak dan bakteri yang berada di sela – sela gigi. Sela – sela gigi dapat menjadi sarang bakteri yang dapat memicu kerusakan gusi dan gigi.

3. Banyak minum air mineral.

Dengan minum air setelah makan akan membantu membilas sisa – sisa makanan yang masih melekat pada gigi.

4. Gunakan obat kumur setiap hari.

Dengan menggunakan obat kumur dapat membantu membunuh  bakteri dan kuman penyebab gusi berdarah.

5. Batasi asupan gula dan kontrol kadar gula darah.

Dengan mengkonsumsi gula berlebih seperti pada makanan ringan, minuman bersoda atau makanan olahan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan memperparah perdarahan. Kontol gula darah yang baik juga dapat membantu mencegah atau meringankan mulut kering yang disebabkan oleh diabetes.

6. Rutin kontrol minimal 6 bulan sekali ke dokter gigi.

Dengan rajin kontrol akan mengurangi perdarahan gusi karena karang gigi tidak terlalu banyak saat dilakukan scalling ( pembersihan karang gigi ) dan untuk memeriksa gigi.


Share to Others People

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa