Gangguan Mulut Karena Stress, Apakah ini juga terjadi padamu?

Tahukah kamu gangguan mulut bisa terjadi karena stress loh. Siapa sih yang tidak pernah mengalami stress atau tekanan pikiran? Kalau anak bayi mungkin iya. Stress tidak dapat kita hindari, yang pertama kali terkena efek saat kita stress adalah tubuh kita.

Tetapi Jangan salah, stress juga dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut kita. Banyak dampak gangguan mulut yang bisa terjadi karena stress. 

Berikut ini adalah beberapa penjelasan gangguan mulut apa saja yang bisa terjadi atau muncul karena stress

Bruxism :

gangguan mulut karena stress
bruxism

Yang pertama adalah bruxism. Bruxism adalah istilah dalam kedokteran gigi yang digunakan untuk orang yang sering gemerutuk giginya atau gigi  bergesekan.

Hal ini dapat terjadi karena, ini adalah respon dari seseorang untuk meredam tingkat stress yang dialaminya. Secara tidak sadar, gangguan mulut karena stress , bruxism di dalam mulutnya pun dapat terjadi. Namun hal tersebut tidak dialami oleh semua orang.

Pada umumnya bruxism dilakukan pada saat tidur. Gejalanya ditandai dengan penderita bruxism, pada tidur malam hari,  akan mengeluarkan suara gigi geligi bergesek-gesekan, semacam bunyi “kret-kret-kret”. Bruxism ini lebih banyak dialami wanita daripada pria.

Kemudian ada beberapa tanda lagi apabila seseorang menderita bruxism, yaitu tampak permukaan gigi geligi rahang atas maupun rahang bawah hilang. Ada hal yang lebih parah lagi terjadi pada penderita bruxism, apabila lapisan email gigi sudah hilang cukup banyak, penderita akan merasakan ngilu pada giginya.

night guard bruxism

Ada salah satu metode mencegah bruxism yaitu dengan menggunakan night guard. Night guard adalah, sebuah alat yang terbuat dari karet yang kuat dan aman, digunakan saat tidur. Bentuk night guard disesuaikan dengan hasil cetakan gigi masing-masing penderita.

Baca juga : Selain Cemas, Inilah Alasan Mengapa Kamu Menggertakkan Gigi

Kelainan Temporomandibular Joint :

Erat hubungannya antara syaraf pada rongga mulut dan juga leher. Sakit pada temporomandibular joint atau sendi rahang dapat  diakibatkan oleh bruxism yang sudah sangat parah.

Selain itu sakit yang sudah terjadi pada temporomandibular joint,  bisa juga berakibat pada sakit kepala, dan kekakuan pada pergerakan rahang. Pada kasus ini, gangguan mulut karena stress, tingkatnya sudah lebih parah daripada yang pertama tadi.

 

 

Periodontitis (penyakit pada gusi) :

Gangguan mulut karena stress

Beberapa penelitian mengenai gangguan mulut karena stress yang terjadi pada manusia menyebutkan bahwa stress dapat meningkatkan resiko penyakit jaringan periodontal atau penyakit pada jaringan gigi dan mulut seseorang.

Hormon kortisol yang meningkat pada saat stress dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh rentan terhadap infeksi. Karena itu kecenderungan terjadinya infeksi gusi akan meningkat orang yang mengalami stress. Pada umumnya, orang yang sedang mengalami stress juga cenderung malas untuk menjaga kebersihan tubuh dan mulutnya.

 Bau mulut :

Jika stress melanda seseorang, dapat menimbulkan sakit maag. Ternyata hal tersebut juga berdampak pada rongga mulut. Mulut menjadi bau karena asam lambung yang meningkat pada saat stress. Bau mulut memang bukan dampak langsung dari gangguan mulut karena stress, tetapi lebih berupa efek tidak langsung dari peningkatan asam lambung. 

Sariawan :

sariawan

Stress membuat tubuh rentan terhadap infeksi virus. Dan fakta stress dapat menimbulkan sariawan,  sudah banyak terjadi. Salah satu cara mengobati sariawan adalah dengan cara berkumur menggunakan rebusan air daun sirih yang sudah diberi sedikit garam. Cara tersebut dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari, terutama apabila sariawan sudah mulai membesar dan tidak kunjung sembuh.

 

 

 

 

Bibir pecah-pecah :

Pengelupasan kulit bibir sering juga terjadi pada seseorang pada saat mengalami stress.  Bibir pecah pecah ini di sebabkan karena mulut kering atau di sebut juga dry mouth. Stress dan ketegangan bisa memicu mulut kering. Efek nya adalah bibir pecah pecah atau terkelupas.  Saliva membantu menghilangkan sisa sisa makanan dan bakteri penyebab lubang gigi. Jika stress mengurangi produksi saliva, maka efek yang terjadi adalah mulut kering, bibir terkelupas, rentan terhadap infeksi gusi dan lubang gigi. 

Burning Mouth Syndrom:

Karakteristik dari burning mouth syndrome adalah rasa terbakar pada lidah, bibir, gusi atau langit langit. Ini disebabkan karena faktor psikologis dari stress.

Nah ternyata stress tidak hanya bikin sakit kepala saja, banyak sekali efek yang di timbulkan karena stress. Salah satunya adalah  adanya beberapa gangguan mulut yang sudah di sebutkan di atas tadi.  Jadi stress banyak sekali efek buruknya terhadap tubuh dan saling berkaitan satu sama lain. So.. jangan banyak banyak stress ya…

 

Untuk Anda yang berada di  Surabaya, ada klinik gigi Surabaya yang rekomended banget, yakni Shiny Smile Dental Clinic. Didukung dengan tim dokter gigi spesialis yang berpengalaman dan kompeten untuk melakukan berbagai kasus kasus spesialisasi. Dan di dukung dengan tempat yang nyaman dan bersih, Shiny Smile Dental Clinic bisa menjadi  klinik gigi terdekat Anda untuk melakukan berbagai perawatan restorasi dan kosmetik gigi.

Fokus utama tim Shiny Smile sebagai salah satu klinik gigi Surabaya adalah kosmetik gigi. Kedokteran kosmetik gigi tidak hanya akan memberikan kamu kesehatan gigi dan senyum yang baru, tetapi juga  akan mengubah hidup kamu untuk selamanya. Jadi tunggu apa lagi, segera kunjungi Shiny Smile Dental Clinic di Jl. Wisma Permai Barat I No. 33 (blok LL-24), Surabaya 60115.  Anda bisa menghubungi kami untuk bertanya tanya via  Whatsapp di 08 223 227 3737  

 

Referensi: 

6 Ways Stress Affects Your Teeth and Gums

How to Keep Stress From Wrecking Your Mouth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed