Share to Others People

Siapa sih yang tidak pernah mengalami stress atau tekanan pikiran ? Kalau anak bayi mungkin iya. Stress tidak dapat kita hindari, yang pertama kali terkena efek saat kita stress adalah tubuh kita. Jangan salah, stress juga dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut kita.

Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai efek stress yang dapat menyerang kesehatan gigi dan mulut kita :

Bruxism :

bruxism2

 

Yang pertama adalah bruxism. Bruxism adalah istilah dalam kedokteran gigi yang digunakan untuk orang yang sering gemerutuk giginya atau gigi bergesekan. Hal ini dapat terjadi karena ini adalah respon dari seseorang untuk meredam tingkat stress yang dialaminya. Secara tidak sadar apabila seseorang sedang mengalami stress, bruxism di dalam mulutnya pun dapat terjadi. Namun hal tersebut tidak dialami oleh semua orang.

 Pada umumnya bruxism dilakukan pada saat tidur. Gejalanya ditandai dengan penderita bruxism pada tidur malam hari akan mengeluarkan suara gigi geligi bergesek-gesekan, semacam bunyi “kret-kret-kret”. Bruxism lebih banyak dialami wanita daripada pria.

 

Bruxism3

 

Kemudian ada beberapa tanda lagi apabila seseorang menderita bruxism, yaitu tampak permukaan gigi geligi rahang atas maupun rahang bawah hilang. Ada hal yang lebih parah lagi terjadi pada penderita bruxism, apabila lapisan email gigi sudah hilang cukup banyak, penderita akan merasakan ngilu pada giginya.

night guard bruxism

 

Ada salah satu metode mencegah bruxism yaitu dengan menggunakan night guard. Night guard adalah sebuah alat yang terbuat dari karet yang kuat dan amat digunakan saat tidur, bentuk night guard disesuaikan dengan hasil cetakan gigi masing-masing penderita.

 

Temporomandibular :

temporomandibular

 

Erat hubungannya antara syaraf pada rongga mulut dan juga leher. Temporomandibular dapat terjadi karena diakibatkan oleh bruxism yang sudah sangat parah.

 

Periodontitis (penyakit pada gusi) :

periodontitis1

Beberapa penelitian mengenai efek samping stress yang terjadi pada manusia menyebutkan bahwa stress dapat meningkatkan resiko penyakit jaringan periodontal atau penyakit pada jaringan gigi dan mulut pada seseorang.

periodontitis2

 

 Hormon kortisol yang meningkat pada saat stress dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, kemudian infeksi bakteri menyerang ke dalam gusinya. Karena pada umumnya, orang yang sedang mengalami stress akan cenderung malas untuk menjaga kebersihan tubuh dan mulutnya.

 

Bau mulut :

bau mulut

 

Stress melanda seseorang, kemudian dapat menimbulkan sakit maag. Ternyata hal tersebut juga berdampak pada rongga mulut. Mulut menjadi bau karena asam lambung yang meningkat pada saat stress.

 

 

 

 

 

Sariawan :

sariawan

 

Fakta stress dapat menimbulkan sariawan sudah banyak terjadi. Salah satu cara mengobati sariawan adalah dengan cara berkumur menggunakan rebusan air daun sirih yang sudah diberi sedikit garam. Cara tersebut dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari, terutama apabila sariawan sudah mulai membesar dan tidak kunjung sembuh.

 

Bibir pecah-pecah :

bibir pecah-pecah

 

Pengelupasan kulit bibir sering juga terjadi pada seseorang pada saat mengalami stress.

 

 

 

 

 

Bibir berdarah :

bibir berdarah1

 

Sama seperti kebiasaan menghisap jempol dan menggigit kuku, Sigmund Freud berpendapat bahwa menggigit bibir merupakan salah satu bukti dari teori oral fixation-nya. Menurut teori itu, kebiasaan tersebut adalah kondisi untuk mendapatkan stimulasi di mulut yang dianggap sebagai salah satu hal yang membuat kita hidup. Kenyataannya, kita makan dan minum dengan mulut. 

Mereka yang tidak mendapatkan cukup stimulasi di mulut saat kecil berpotensi melakukan oral fixation untuk mendapatkan kepuasan dan kenyamanan. Jika Anda termasuk orang yang percaya dengan teori itu, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kecuali jika Anda sudah melukai bibir Anda.

 

bibir berdarah2

 

Dalam dunia kedokteran, kebiasaan menggigit bibir dikenal sebagai oral parafunctional habit, yaitu fungsi lain dari mulut (atau organ di dalamnya) yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan makan atau minum. Kedengarannya mungkin serius tapi sebenarnya tidak ada yang berbahaya dari kebiasaan itu. Walaupun, sebagian orang sempat mengaku sering menggigit bibir mereka sampai berdarah.


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa