Behel Self Ligating: Merapikan Gigi Tanpa Sakit?

Ada beberapa jenis kawat gigi yang bisa digunakan untuk merapikan gigi. Masing-masingnya punya kelebihan dan kekurangan yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih. Jika Anda ingin menggunakan kawat gigi yang lebih praktis dan modern, behel self ligating atau self ligating braces bisa jadi pilihan. 

Behel self ligating adalah inovasi terbaru di bidang perawatan ortodontik yang menjanjikan hasil lebih cepat tanpa rasa sakit. Berbeda dari behel konvensional, behel self ligating tidak memakai karet untuk mengikat kawat gigi.

Lantas, apakah benar behel jenis ini bisa merapikan susunan gigi tanpa menimbulkan rasa sakit? Bagaimana cara kerja behel self ligating? Apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, cara kerja, manfaat, hingga risiko menggunakan behel self ligating. Dilengkapi pula perbandingan spesifikasinya dengan behel biasa beserta tanggapan dari orthodontist.

Apa Itu Behel Self Ligating?

Adalah behel yang mempunyai pengunci sendiri pintu geser kecil untuk mengikat langsung ke kawat, sehingga tidak perlu bantuan karet seperti pada behel biasa. 

Karena tidak menggunakan karet, behel ini biasanya akan terasa lebih nyaman digunakan dan lebih minim rasa sakit. Salah satu contoh behel jenis ini yang pasif dan banyak digunakan adalah Damon Braces.

Baca juga : 5 Keunggulan Behel Damon, Anda Wajib Tahu

Behel ini dapat dibagi menjadi 2 kategori, aktif dan pasif, tergantung pada mekanisme pintu penutupnya.

1. Behel aktif

Behel aktif memiliki klip pegas yang menekan kawat, berfungsi saat mengoreksi rotasi gigi dan pergerakan gigi dalam segala arah.

2. Behel pasif

Behel pasif memiliki pintu yang dapat menutup dan tidak mengganggu posisi kawat dalam tempat kawatnya (slot).

Bedanya Behel Self Ligating Dengan Behel Damon

Behel Damon termasuk dalam jenis behel self ligating. Tetapi Behel self ligating ini ada pasif dan ada aktif. Dengan berbagai merk yang termasuk di dalam nya. Sedangkan Behel Damon merupakan salah satu  jenis behel tipe ini yang pasif.

Behel Self pasif selain behel damon, juga ada banyak merk lain nya. Meskipun yang paling di kenal oleh masyarakat adalah behel damon. Behel damon ini tidak menekan ataupun mengganggu pergerakan dari kawat gigi, karena itu di sebut sebagai behel pasif.

Dengan cara kerja self ligating pasif, behel damon lebih tidak menimbulkan rasa sakit di bandingkan yang aktif, meskipun bukan berarti tidak sakit sama sekali ataupun tidak ada rasa sama sekali. Selama gigi di gerak kan biarpun pasif, rasa tidak enak, rasa kemeng di gigi, itu pasti ada.

Cara Kerja Self ligating Braces

Behel self ligating bekerja dengan tenaga kecil namun kontinyu, seolah-olah bekerja seiring dengan ritme tubuh, tidak seperti behel biasa yang bekerja dengan tenaga besar dan cenderung memaksa gigi untuk segera berubah arah. 

Meskipun dengan tenaga yang minimal, behel jenis ini terus bekerja mengatur gigi yang malposisi. Hal ini membuat pengguna behel jenis ini tidak perlu kontrol terlalu sering (tergantung kasus juga), karena behel gigi ini  bekerja lebih stabil dalam jangka waktu yang lebih lama.

Sebaliknya, pada behel biasa, tekanan kencang yang diberikan di awal akan membuat tekanan tersebut cepat turun atau hilang, sehingga harus segera diperbarui dengan mengganti karet behel dan membuat jadwal kontrol rutin jadi lebih sering, belum lagi jika lama tidak kontrol, karet behel bisa lepas dengan sendirinya.

Baca juga: Jika anda mengalami 1 dari 5 hal ini. Segera Pasang Behel Gigi

Kelebihan dan Kekurangan Behel Self Ligating

Layaknya perawatan gigi lain, behel jenis ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang penting diketahui sebelum Anda memutuskan untuk mendapatkan perawatan.

Kelebihan 

Berikut ini beberapa kelebihan behel self ligating yang bisa Anda dapatkan:

  • Prosedur perawatan lebih cepat dan sederhana karena tidak adanya prosedur pengikat
  • Lebih nyaman dan minim rasa sakit
  • Pada banyak kasus hampir tidak membutuhkan pencabutan gigi, tapi tetap tidak menutup kemungkinan pada kasus-kasus tertentu. 
  • Kebersihan rongga mulut lebih terjaga dibanding dengan penggunaan behel biasa karena tidak adanya karet yang membuat sisa makanan mudah menyangkut. 
  • Tidak perlu terlalu sering kontrol (tergantung kasus juga)
  • Pergerakan gigi ke posisinya lebih natural.
  • Keharmonisan antara posisi gigi, jaringan lunak dan jaringan keras dapat dicapai dengan lebih mudah dalam waktu yang singkat.
  • Resiko terjadinya resorpsi akar berkurang.
  • Dapat digunakan pada semua usia.

Kekurangan

Dibalik berbagai kelebihannya, behel  jenis ini juga memiliki berbagai kekurangan yang perlu diketahui, seperti:

  • Biayanya yang lebih mahal.
  • Lebih tebal dibanding behel biasa

Baca Juga: Ini Perbedaan Behel Self Ligating dan Behel Konvensional

Berapa Lama Pemakaian Self ligating Braces?

Pemakaian behel gigi rata rata adalah kurang lebih 2 tahun. Apa yang membedakan lama pemakaian behel self ligating? Secara tehnis, behel self ligating, lebih cepat dari behel konvensional. Akan tetapi tidak 100 persen tergantung dari behel self ligating atau behel konvensional nya. Jika pasien jarang jarang kontrol, dengan berbagai macam alasan, maka lama pemakaian behel bisa lebih dari 2 tahun.

Jadi apa yang menentukan lama pemakaian behel?

  1. Jenis Behel. Behel Self Ligating secara tehnis lebih cepat dari behel konvensional, tetapi ini bukanlah alasan satu satu nya.
  2. Rajin Kontrol. Jika pasien merasa sudah menggunakan behel self ligating, dengan pemikiran behel tersebut bisa bergerak sendiri, tanpa perlu kontrol, tentu juga akan sia sia. Karena pemikiran tersebut tidak benar.
  3. Sering lepas behel nya. Setiap pemakaian behel, jenis apapun, tentu nya cara makan harus di atur. Jika makan se enaknya dan sering lepas, tentu ini akan mengganggu pergerakan gigi. Dan tentu nya ini akan bisa menghambat cepat tidak nya pemakaian behel
  4. Pemakaian Karet. Pada kebanyakan kasus, pemakaian karet elastik sangat di butuhkan, untuk menyempurnakan perawatan, dan kadang bisa juga untuk mempercepat perawatan Dan tentunya pemakaian karet elastik tersebut membuat rasa tidak nyaman. Jika ini menjadi alasan, tidak di gunakan karetnya, tentu juga akan menghambat lama pemakaian behel
  5. Kasus yang susah. Memang ada kasus kasus yang susah, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pemakaian behel. Tetapi dengan kasus yang susah tapi, jika pasien sangat kooperatif, waktu yang di butuhkan untuk pemakaian behel, tidak akan se lama jika sudah susah kasus nya, pasien tidak kooperatif  sekali. Contoh, tidak rajin kontrol behel, sering lepas behel nya, di butuhkan menggunakan karet, tidak gunakan sesuai dengan instruksi. Dengan contoh seperti itu, bukan hanya kasus yang susah, lama waktu pemakaian behel juga susah di perkirakan.
  6. Gigi yang sulit di gerakkan. Ada gigi gigi yang memang sulit di gerakkan, tentu nya ini juga membuat pemakaian behel menjadi lebih lama.

Berapa Lama Kontrol Behel Self Ligating?

Banyak orang yang ingin mengetahui berapa lama interval waktu yang ideal untuk kontrol behel self-ligating.

Jawabannya: Tergantung pada beberapa faktor.

Pertama, mari kita pahami mengapa kontrol behel self-ligating itu penting.

Kontrol behel self-ligating dilakukan untuk memantau kemajuan perawatan, memastikan pergerakan gigi sesuai rencana, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Dokter gigi ortodontis (Orthodontist) akan memeriksa beberapa hal, seperti:

  • Posisi gigi: Dokter gigi akan memastikan bahwa gigi bergerak sesuai dengan rencana perawatan.
  • Kawat gigi: Dokter gigi akan memeriksa kondisi kawat gigi dan memastikan tidak ada kerusakan atau kelonggaran.
  • Braket: Dokter gigi akan memeriksa braket yang menempel pada gigi dan memastikan terpasang dengan baik.
  • Kesehatan gigi dan gusi: Dokter gigi akan memeriksa kesehatan gigi dan gusi untuk memastikan tidak ada masalah yang muncul selama perawatan.

Secara umum, interval waktu kontrol behel self-ligating adalah 4  minggu sekali.

Namun, interval waktu ini dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Kompleksitas kasus: Semakin kompleks kasusnya, semakin sering interval waktu kontrolnya.
  • Jenis behel: Beberapa jenis behel self-ligating mungkin memerlukan kontrol lebih sering dibandingkan dengan yang lain.
  • Kunjungan kontrol sebelumnya: Dokter gigi akan mempertimbangkan hasil kontrol sebelumnya untuk menentukan interval waktu kontrol selanjutnya.
  • Kesehatan gigi dan gusi: Jika terdapat masalah kesehatan gigi dan gusi selama perawatan, dokter gigi mungkin perlu melakukan kontrol lebih sering.

Jadwal kontrol behel self-ligating umumnya 4 minggu sekali, tetapi dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor.

Dengan mematuhi jadwal kontrol dan menjaga kebersihan gigi dan gusi dengan baik, Anda dapat memastikan perawatan behel self-ligating Anda berjalan lancar dan efektif.

Ingatlah bahwa Behel jenis apapun bukanlah behel otomatis yang begitu di pasang bisa bergerak sendiri, dan selesai. Tetap harus di kontrol, karena kontrol behel teratur itu penting untuk mempercepat perawatan behel gigi dan memastikan hasil nya sesuai dengan yang di rencanakan.

Kemana Pasang Self ligating Braces di Surabaya?

Untuk Anda yang berada di  Surabaya, ada klinik gigi Surabaya yang rekomended banget, yakni Shiny Smile Dental Clinic. Didukung dengan tim dokter gigi spesialis yang berpengalaman dan kompeten untuk melakukan berbagai kasus-kasus spesialisasi, salah satu nya adalah Orthodontist dengan pengalaman 27 tahun.

Di dukung dengan tempat yang nyaman dan bersih, Shiny Smile Dental Clinic bisa menjadi  klinik gigi terdekat Anda untuk melakukan berbagai perawatan restorasi dan kosmetik gigi.

Fokus utama tim Shiny Smile sebagai salah satu klinik gigi Surabaya adalah kosmetik gigi. Kedokteran kosmetik gigi tidak hanya akan memberikan kamu kesehatan gigi dan senyum yang baru, tetapi juga  akan mengubah hidup kamu untuk selamanya.

Jadi tunggu apa lagi, segera kunjungi Shiny Smile Dental Clinic di Jl. Wisma Permai Barat I No. 33 (blok LL-24), Surabaya 60115.  Anda bisa menghubungi kami untuk bertanya tanya via  Whatsapp di 08 223 227 3737

 

Referensi:

1. Self-ligating bracket

2. Self-Ligating Brackets in Orthodontics- A Narrative Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed