Share to Others People

Kesehatan mulut tidak hanya dipicu dari kondisi mulut itu sendiri, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya penyakit. Penyakit yang menyebabkan terganggunya kesehatan mulut juga tidak selalu berkaitan dengan mulut itu sendiri.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mulut adalah:

Anemia

Anemia adalah kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah. Padahal sel darah merah adalah komponen penting untuk pembentukan darah. Darah inilah yang akan mengantarkan oksigen, vitamin, dan mineral ke seluruh tubuh, salah satunya ke mulut. Apabila pasokannya tidak cukup, dapat mengganggu kesehatan gigi dan gusi.

Ada dua jenis anemia. Salah satunya adalah anemia defisiensi besi. Hal ini berarti tubuh kekurangan zat besi. Jika ini terjadi, ada kemungkinan mengalami gangguan kesehatan mulut, terutama gigi dan gusi. Sebab, zat besi membantu gigi agar tetap kuat.

Lebih lanjut, kekurangan nutrisi ke daerah mulut juga dapat meningkatkan risiko infeksi, masalah dengan lidah, serta timbulnya bisul di daerah mulut.

Agar kondisi ini tidak berlarut-larut, Anda tidak dapat hanya merawat kesehatan mulut. Segeralah perbaiki kondisi untuk menyembuhkan anemia. Penuhi kebutuhan zat besi dan vitamin, agar sel darah merah cukup untuk pembentukan darah.

Diabetes

Gula darah yang tinggi akan membuat suplai darah ke gusi menjadi berkurang. Karenanya, gusi lebih rentan mengalami infeksi. Begitu juga dengan tulang yang menahan gigi. Kondisi gula darah yang melebihi batas normal juga menyebabkan mulut kering. Akibatnya, dapat memperburuk penyakit gusi. Selain itu, mulut yang kekurangan air liur bisa menyebabkan penumpukan plak. Bakteri pun kemungkinan tumbuh lebih banyak sehingga mempercepat pembusukan gigi.

Napas tak sedap yang tidak kunjung hilang, sakit gusi atau pendarahan gusi, serta sering terkena infeksi, adalah tanda-tanda gangguan kesehatan mulut akibat diabetes. Untuk mencegah hal ini, jagalah kebersihan gigi dan gusi lebih dari biasanya, kumur dengan cairan antiseptik setiap hari, dan rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali.

Sindrom Sjogren

Yaitu gangguan autoimun kronis. Pada sindrom ini, sistem kekebalan tubuh mendeteksi kelenjar penghasil kelembapan tubuh sebagai musuh. Kelenjar penghasil kelembapan tubuh misalnya kelenjar air liur dan kelenjar air mata. Akhirnya sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak kelenjar tersebut. Akibatnya, tubuh mengalami kekeringan pada mulut dan mata.

Produksi air liur pun berkurang. Kondisi kekeringan pada mulut ini mempermudah timbulnya plak yang merusak gigi. Selain itu juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan mulut.

HIV/AIDS

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang dapat menyebabkan tubuh mengalami kondisi Acquired Immodeodeficiency Syndrome (AIDS). Ketika sudah mengalami AIDS, sistem kekebalan tubuh akan menurun. Pada saat inilah banyak penyakit yang mudah datang. Organ yang ada di dalam mulut seperti gigi dan gusi pun lebih mudah mengalami infeksi, karena tubuh sulit melawan infeksi tersebut.

Kondisi gangguan mulut yang sering terjadi para orang dengan HIV/AIDS adalah sariawan, radang gusi, mulut kering kronis, karies gigi, dan keropos tulang di sekitar gigi. Selain terasa sakit dan tidak nyaman, gangguan mulut ini lama kelamaan dapat menyebabkan penyakit lain. Agar kondisi ini mereda, yang harus distabilkan adalah kondisi HIV/AIDS-nya, untuk mengembalikan fungsi sistem kekebalan tubuh. Caranya adalah dengan terapi kombinasi antiretroviral.

Kanker

Penyakit lain yang juga menyebabkan gangguan pada kesehatan mulut adalah kanker. Pada kondisi kanker, yang menyebabkan gangguan mulut adalah proses perawatan kankernya. Pengobatan kanker memiliki efek samping pada kelenjar ludah serta mulut dan gigi. Efeknya adalah kesulitan dalam mengunyah, menelan, bahkan berbicara, karena kondisi mulut yang tidak nyaman. Mulut kering, luka di mulut, kerusakan gigi, dan perubahan rasa pada makanan, adalah efek samping lainnya.

Sebagian besar efek ini terjadi pada saat pengobatan kanker. Namun, kondisi ini berkurang ketika pengbatan sudah selesai. Meskipun demikian, ada juga yang efeknya terjadi secara permanen. Untuk mengurangi kondisi ini harus dilakukan perawatan bagian mulut oleh dokter spesialis onkologi oral.

Banyak faktor yang memengaruhi kesehatan mulut. Mumpung belum terjadi hal-hal seperti di atas, sudah seharusnya kita menjaga kesehatan mulut, agar gigi dan gusi tetap sehat. Dengan gigi dan gusi yang sehat, melaksanakan aktivitas sehari-hari pun menjadi lebih nyaman.

Referensi:

  1. Dental Problems and Diabetes
  2. Diabetes and dental care: Guide to a healthy mouth
  3. Can Anemia Ruin Your Oral Health?
  4. Sjögren’s Syndrome
  5. HIV/AIDS and Oral Health
  6. Dental and Oral Health


Share to Others People

Leave a comment

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa

Copyright © 2000. Shiny Smile Dental Clinic.

Follow Us

logo-fb
logo-ig
logo-yt
logo-email
logo-wa